Ini Klarifikasi Kemendikbud Terkait Siswa Papua yang Terpapar Covid-19

Kompas.com - 13/08/2020, 17:44 WIB
Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri memberikan klarifikasi terkait siswa Papua yang terpapar Covid-19, Kamis (13/8/2020). Tangkapan layar Zoom KemendikbudDirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri memberikan klarifikasi terkait siswa Papua yang terpapar Covid-19, Kamis (13/8/2020).
|

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) memberikan klarifikasi pemberitaan yang beredar di media massa terkait ratusan siswa Papua terpapar Covid-19.

Dalam pemberitaan yang beredar, ada sebanyak 289 siswa di Papua yang terpapar Covid-19. Namum, Kemendikbud memberikan klarifikasi berita tersebut.

Dalam Bincang Sore yang digelar Kemendikbud secara virtual, Kamis (13/8/2020), Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD-Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri menyampaikan beberapa hal.

Baca juga: Seperti Ini Protokol Kesehatan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning

Beri klarifikasi pemberitaan

Menurut Jumeri, pemerintah menyadari bahwa pembukaan layanan tatap muka berpotensi menyebabkan terjadinya klaster-klaster baru.

"Namun kami sudah memberikan instruksi agar pembukaan satuan pendidikan di zona kuning harus atas izin Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat," ujar Jumeri saat memberikan keterangan terkait Evaluasi Implementasi Penyesuaian SKB Empat Menteri pada Bincang Sore tersebut.

"Selain itu kepala sekolah harus mengisi daftar periksa pencegahan Covid-19 dan diverifikasi oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota," imbuhnya.

Dijelaskan, khusus di Papua itu perlu luruskan bahwa data tersebut akumulasi pasien Covid-19 sejak Maret hingga Agustus 2020.

Tak hanya itu saja, Jumeri juga menjelaskan bahwa ada 1 anak yang tertular Covid-19 tapi itu sebelum diberlakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Jadi, itu bukan karena kita membuka zona kuning untuk pembelajaran tatap muka di sekolah. Tetapi jumlah 289 itu adalah akumulasi yang terpapar Covid-19 di Papua," jelasnya.

Tak hanya di Papua saja, Jumeri juga menjelaskan di beberapa wilayah lain di Indonesia. Seperti di Balikpapan yang ada guru terpapar Covid-19.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X