Kompas.com - 27/07/2020, 12:54 WIB
Ilustrasi guru dan siswa di sekolah Dok. Ditjen GTK KemdikbudIlustrasi guru dan siswa di sekolah

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat sebagian siswa di Indonesia masih harus melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna menghindari penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Meski kesehatan dan keselamatan siswa, guru, orangtua adalah yang utama, namun proses belajar dari rumah selama PJJ sarat akan kendala, terutama bagi siswa dan orangtua dengan keterbatasan akses internet dan biaya.

Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengatakan, persoalan PJJ terbagi atas 2 (dua) hal, yaitu PJJ Luring atau luar jaringan dan PJJ Daring atau dalam jaringan.

Baca juga: PGRI Ikut Mundur dari Organisasi Penggerak Kemendikbud, Ini Alasannya

Menurut Satriwan, persoalan hambatan selama PJJ tak hanya keterbatasan akses internet dan listrik, tetapi juga kepemilikan gawai pintar.

Tak semua siswa punya gawai pintar

Di Jakarta dan Bodetabek sendiri misalnya, FSGI mendapat laporan masa PJJ Fase II ini masih banyak siswa tak memiliki gawai pintar secara pribadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Punya gawai hanya satu, itupun dipegang ortu. Alhasil tak bisa ikut pembelajaran daring bersama temannya di siang hari," papar Satriwan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Keterbatasan terhadap akses internet, listrik, hingga tidak punya gawai membuat pembelajaran dilakukan dengan metode "Guru Kunjung ke Rumah Siswa".

Tetapi, metode tersebut dinilai Satriwan tak efektif, sebab jumlah guru tak memadai jika harus melayani semua siswa 3 angkatan, misalnya di SMP dan SMA.

Baca juga: Dana KJP Plus Bulan Juli Cair Hari Ini, Berikut Jadwalnya

Lalu, hambatan lainnya ialah waktu yang sangat terbatas, bahkan sering kali guru tak bisa berkunjung karena faktor geografis yang sulit ditempuh.

Fakta ini, terang Satriwan, terjadi di Kab. Konawe Selatan, Kab. Bima, Kab. Halmahera Selatan, Kab. Ngada, Kab. Alor, Kab. Timur Tengah Utara, Kab. Timur Tengah Selatan, Kab. Jayawijaya, Kab. Keerom dan beberapa kabupaten lainnya.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X