Disdik Jabar Luncurkan Program Kirim Lulusan SMK ke Jepang

Kompas.com - 22/07/2020, 10:40 WIB
Dedi Supandi saat menerima kunjungan dari Bagian Kerja Sama Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Kantor Disdik Jabar, Selasa (21/7/2020). DOK.Disdik JabarDedi Supandi saat menerima kunjungan dari Bagian Kerja Sama Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Kantor Disdik Jabar, Selasa (21/7/2020).
|

KOMPAS.com - Ada dua program menarik yang dicanangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) ketika bekerja sama dengan Jepang.

Yakni pertukaran pelajar siswa SMP dan SMA ke Hiroshima Global Academy dan mengirim lulusan SMK Jabar guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang.

Demikian diungkapkan Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi saat menerima kunjungan dari Bagian Kerja Sama Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI), Diani Risda di Kantor Disdik Jabar, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: 3 Misi Disdik Jabar Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pertemuan tersebut juga dihadiri Kasi Kesejahteraan Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Jabar, Budi Hermawan.

Wujudkan visi Disdik Jabar

Menurut Dedi, kerja sama seperti ini merupakan upaya Disdik dalam mewujudkan visi "Jabar Juara Lahir Batin melalui Inovasi dan Kolaborasi".

Untuk itulah kolaborasi seperti ini harus terus dilakukan dan dikembangkan. Apalagi mengenai program pengiriman lulusan SMK ke Jepang, bisa meningkatkan terserapnya tenaga kerja di Jabar.

"Kita akan siapkan bahan dan mekanismenya, setelah itu kita akan komunikasikan ke Pemprov Jabar," ujarnya.

Namun, dengan kerja sama itu tentu pihaknya akan terus berinovasi membuka jurusan-jurusan baru di SMK yang sesuai kebutuhan pasar.

"Kita pelajari dulu kebutuhan pasar apa saja yang bisa dikembangkan menjadi jurusan di SMK," imbuhnya.

Ada 14 pekerjaan yang dibutuhkan

Sementara Diani Risda menyatakan, ada 14 pekerjaan yang dibutuhkan Jepang dari tenaga kerja Indonesia. Antara lain care worker, building cleaning management, aviation industry, dan food service industry.

Jadi menurut Diani, kebutuhan tersebut bisa dimanfaatkan oleh siswa lulusan SMK di Jabar. "Diharapkan, alumni SMK di Jabar bisa dikirim ke Jepang untuk bekerja di sana," katanya.

Hanya saja, ada satu "PR" yang menjadi perhatian para calon tenaga kerja di Jepang, yakni penguasaan bahasa Jepang.

Baca juga: Disdik DKI: HAN 2020 Diadakan Berbagai Lomba Anak, Ini Syaratnya

Sehingga, pembinaan bahasa Jepang harus menjadi perhatian dalam merealisasikan program ini. "Kita bisa membuat pelatihan. Bisa melibatkan swasta atau difasilitasi oleh Disdik," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X