Dirjen GTK: Ini Prinsip Utama Pengajaran Masa Pandemi

Kompas.com - 21/07/2020, 09:35 WIB
Tangkapan Layar Temu Wicara Pemangku Kepentingan Program PINTAR Tanoto Foundation DOK/Tanoto FoundationTangkapan Layar Temu Wicara Pemangku Kepentingan Program PINTAR Tanoto Foundation
|

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan ( Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) Iwan Syahril menjelaskan prinsip-prinsip utama dalam pengajaran pada masa pandemi Covid-19.

Adapun prinsip utama itu ialah kesehatan dan keselamatan adalah hal yang terpenting. Protokol kesehatan harus dipatuhi.

Prinsip kedua, ia menjelaskan asesmen diagnostik yakni asesmen awal untuk melihat bagaimana perkembangan murid atau siswa.

Baca juga: Dirjen GTK: Pandemi Covid-19 Dorong Guru Inovasi PJJ

"Ini bisa sesimpel kalau anak kelas 3 sekarang, kasih mungkin ujian yang berbasis materi kelas 2, udah menguasai atau belum," ujarnya seperti dikutip dari akun resmi Instagram Ditjen GTK, Senin (20/7/2020).

Menurutnya, kalau belum menguasai berarti guru harus mulai dari situ. Jadi jangan mulai langsung dari kelas tiganya.

Perlu melakukan refleksi

Lebih lanjut, Iwan Syahril mengatakan perlunya untuk terus melakukan refleksi. Ini dikarenakan parameter dapat berubah begitu cepat di masa pandemi.

"Setelah melakukan sebuah rencana, maka kemudian diimplementasikan. Tentu kita perlu melakukan refleksi secara berkala. Bisa setiap minggu perlu evaluasi, setiap dua minggu dan lain sebagainya," katanya.

Iwan menambahkan, prinsip perlunya guru dan tenaga kependidikan mengalokasikan waktu untuk belajar.

Menurut dia, semua guru harus menstrukturkan waktu untuk belajar. Jam kerja dalam satu minggu itu dihitung 40 jam.

"Jangan hanya digunakan untuk mengajar saja. Strukturkan juga waktu untuk belajar. Saya akan tambahkan juga strukturkan waktu untuk berkomunikasi dengan orang tua," terangnya.

Harus berkomunikasi dengan orang tua

Perlunya berkomunikasi dengan orang tua karena orang tua adalah mitra semua guru dan kepala sekolah dalam belajarnya anak pada saat pandemi ini.

Jadi strukturkan waktu untuk berkomunikasi dengan orang tua dan untuk gurunya juga terus belajar.

Baca juga: Dirjen GTK: Merdeka Belajar, Membangun Kualitas Belajar Holistik

Sedangkan yang terakhir ialah bergabung dengan komunitas belajar yang ada. Ini untuk mendukung psikososial bagi guru dan kepala sekolah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X