"Rumah Vokasi", Upaya Mewujudkan "Pernikahan Massal" Vokasi dan Industri

Kompas.com - 16/07/2020, 13:02 WIB
Kemendikbud meluncurkan Forum Pengarah Vokasi (Rumah Vokasi) yang resmi dirilis secara daring pada Rabu, 15 Juli 2020.
DOK. KEMENDIKBUDKemendikbud meluncurkan Forum Pengarah Vokasi (Rumah Vokasi) yang resmi dirilis secara daring pada Rabu, 15 Juli 2020.

KOMPAS.com - "Link and Match" telah lama menjadi jargon pendidikan vokasi. Dalam rangka akselerasi link and match ini, Kemendikbud kemudian merilis "Rumah Vokasi" yang diharapkan menjadi wadah "perkawinan massal" vokasi dan dunia industri.

“Kemitraan strategis antara dunia industri dan dunia kerja untuk mewujudkan ‘pernikahan massal’ atau link and match merupakan suatu keniscayaan yang harus kita lakukan guna menyiapkan sumber daya manusia yang siap menyongsong masa depan," ujar Mendikbud Nadiem Makarim.

Hal ini disampaikan Nadiem saat meluncurkan "Forum Pengarah Vokasi" (Rumah Vokasi) yang resmi dirilis secara daring pada Rabu, 15 Juli 2020.

"Rumah Vokasi akan menjadi salah satu wadah bagi para aktor yang dapat mendukung terwujudnya hal tersebut,” jelas Mendikbud Nadiem.

"Pernikahan massal"

Lebih lanjut Nadiem menyampaikan, “Rumah Vokasi diharapkan dapat memberikan masukan, rekomendasi, dan fasilitasi dalam pengembangan pendidikan vokasi.”

Baca juga: Nikah Massal Vokasi DIDU Diharapkan Jadi Solusi Peluang Kerja Lulusan SMK

Ia menjelaskan "pernikahan massal" melalui Rumah Vokasi diharapkan akan menyeleraskan lembaga pendidikan vokasi dengan dunia industri serta dunia usaha melalui penyelarasan kurikulum, penyelarasan proses pembelajaran hingga peningkatan kapasitas SDM vokasi.

Tidak hanya berhenti di situ, Rumah Vokasi juga diharapkan mampu menyeleraskan proses magang, praktik kerja lapangan terstruktur, dosen/guru tamu, penyerapan lulusan, beasiswa, sertifikasi kompetensi, bantuan sarana prasarana, hingga memperkenalkan teknologi dan proses kerja industri, serta riset terapan.

Hal senada disampaikan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto. Wikan menyampaikan upaya sinergi bersama dunia industri dan dunia kerja, sekolah vokasi ke depannya dapat mencetak SDM unggul dan berdaya serap tinggi di industri.

“Dengan pendidikan vokasi yang lebih mumpuni, ke depannya kita akan melihat antrean masuk SMK atau Politeknik. Di sana mereka akan mendapatkan pengalaman dan praktik kerja yang kuat untuk kepentingan modal karier masa depan mereka nantinya,” jelas Wikan.

Respon dunia usaha

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X