Kompas.com - 09/07/2020, 16:45 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat meninjau persiapan SMAN 4 Kota Sukabumi untuk pembelajaran tatap muka di Sekolah, Rabu (08/07/2020). Dok. Disdik JabarMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat meninjau persiapan SMAN 4 Kota Sukabumi untuk pembelajaran tatap muka di Sekolah, Rabu (08/07/2020).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Sukabumi bisa menjadi contoh bagi satuan pendidikan lain di Indonesia dalam menyiapkan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Hal tersebut disampaikan Nadiem saat meninjau persiapan SMAN 4 Kota Sukabumi untuk pembelajaran tatap muka di Sekolah bersama dengan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin, Rabu (08/07/2020). 

"Ini bisa jadi contoh nasional. Bukan untuk SMA saja, tapi juga untuk SMP," ungkap Nadiem seperti dilansir dari laman Disdik Provinsi Jabar.

Baca juga: Seperti Ini Simulasi Belajar Tatap Muka di Sekolah untuk Zona Hijau

Nadiem mengapresiasi kesiapan SMAN 4 Kota Sukabumi karena telah menyiapkan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan yang ditentukan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021.

Selain itu, Nadiem juga memuji inovasi sekolah dengan membuat box plastik di meja siswa guna mengurangi kontak fisik antara siswa dan guru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah siswa saat simulasi belajar tatap muka dalam pandemi Covid-19 di SMAN 4 Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).KOMPAS.COM/BUDIYANTO Sejumlah siswa saat simulasi belajar tatap muka dalam pandemi Covid-19 di SMAN 4 Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

"Kalau mengutamakan keselamatan, pasti tercari jalannya. Berbagai inovasi bisa dilakukan. Kreativitas masing-masing pemimpin pendidikan itulah yang terpenting," tuturnya.

Kunci dari ini semua, lanjut Nadiem, adalah pola pikir para pemangku kebijakan di lingkungan pendidikan. Mulai dari kepala dinas, pengawas, kepala sekolah hingga guru yang mengutamakan keselamatan.

Baca juga: 23 Sumber Belajar Rekomendasi Kemendikbud Selama Belajar dari Rumah

Meski begitu, Nadiem kembali menegaskan bahwa keputusan pembelajaran tatap muka tak hanya diputuskan oleh sekolah, tapi juga melibatkan orang tua.

"Jika orang tua tidak nyaman, orang tua memiliki kebebasan untuk tidak mengizinkan anaknya ke sekolah. Ini tanggung jawab sekolah agar (membuat siswa) tidak terdiskriminasi," kata dia.

Seorang siswa mencoba duduk di meja belajar yang ditambahkan plastik di sekelilingnya di SMAN 4 Kota.Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).KOMPAS.COM/BUDIYANTO Seorang siswa mencoba duduk di meja belajar yang ditambahkan plastik di sekelilingnya di SMAN 4 Kota.Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

Terkait dengan izin orangtua, Kepala SMAN 4 Kota Sukabumi Rachmat Mulyana mengatakan, pihaknya telah membuat angket untuk diisi orang tua peserta didik.

"Angket tersebut pun merupakan kajian dan analisis kami. Kalau kondisi siswa yang dianalisis cukup berbahaya, misalnya ternyata mereka berasal dari luar Kota Sukabumi, kami tidak akan izinkan (pergi ke sekolah)," tutur Rachmat.

Angket tersebut juga memberikan pilihan kepada orang tua untuk mengizinkan anaknya pergi ke sekolah atau tetap belajar dari rumah.

Baca juga: Orangtua, Ini Buku Saku Panduan Tahun Ajaran Baru dari Kemendikbud



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X