Menakar Peluang Pembelajaran Daring Efektif Masuki Era "New Normal" Pendidikan

Kompas.com - 04/07/2020, 15:26 WIB
Model pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring dikembangkan dan berangsur-angsur menjadi pembiasaan. Guru perlu menakar peluang pembelajaran daring yang efektif di era new normal. DOK. TANOTO FOUNDATIONModel pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring dikembangkan dan berangsur-angsur menjadi pembiasaan. Guru perlu menakar peluang pembelajaran daring yang efektif di era new normal.

Oleh: Abdullah | Fasilitator Pembelajaran Tanoto Foundation Kabupaten Siak, Riau

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 mengancam menurunnya kualitas pendidikan dan menghilangkan hak siswa untuk belajar. Di sisi lain, pandemi ini membawa siswa kepada dua hal yaitu; menemukan cara baru untuk belajar atau mereka tidak berdaya dengan keadaan ini.

Dunia pendidikan di era new normal terus berbenah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada siswa. Model pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring dikembangkan dan berangsur-angsur mulai diterapkan.

Namun, pernahkah kita sadari bahwa berbagai masalah muncul ketika sistem pembelajaran tidak lagi dengan tatap muka?

Wilayah Indonesia yang sangat luas dimana sebagian besar tinggal di daerah pedesaan dengan tingkat pendidikan dan penguasaan teknologi yang rendah. Sarana prasarana juga belum memadai dan berbagai hal penghambat lainnya.

Hal ini menyebabkan proses pembelajaran daring sulit diterapkan secara efektif.

Untuk itu sekolah dan guru perlu melakukan hal-hal sebagai berikut untuk mewujudkan pendidikan new normal berbasis teknologi.

Baca juga: Orangtua, Ini Buku Saku Panduan Tahun Ajaran Baru dari Kemendikbud

1. Merebut hati peserta didik

Ketika pembelajaran secara daring digaungkan, guru telah melakukan aksi cepat untuk melaksanakan sistem pembelajaran tersebut kepada siswa. Tetapi apa yang terjadi?

Hanya beberapa persen siswa yang mampu mengikuti pembelajaran secara daring. Jelaslah proses pemberian hak belajar kepada seluruh siswa tidak tercapai.

Para pendidik merasakan betul ketika melaksanakan pembelajaran daring dalam satu kelas terdiri dari 34 orang siswa, hanya diikuti kurang dari separuh jumlah siswa yang ada di kelas tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X