Mendikbud Jelaskan 3 Fokus Penyederhanaan Kurikulum Selama Pandemi

Kompas.com - 03/07/2020, 12:00 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim menyinggung soal pendidikan karakter dan juga masalah bullying saat menghadiri Rakornas Bidang Kebudayaan di Jakarta (26/2/2020). DOK. KEMENDIKBUDMendikbud Nadiem Makarim menyinggung soal pendidikan karakter dan juga masalah bullying saat menghadiri Rakornas Bidang Kebudayaan di Jakarta (26/2/2020).

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah merancang penyederhanaan kurikulum yang sesuai dengan konteks Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar berjalan lebih efektif di tahun ajaran baru 2020/2021.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, masih banyak yang belum optimal pada PJJ yang telah berlangsung beberapa bulan belakangan sehingga perlu diperbaiki.

"Jadi ada satu tim khusus, di bagian tim Balitbang yang sedang merumuskan bagaimana kita melakukan berbagai macam perubahan kurikulum dan asesmen selama masa PJJ agar kemungkinan pembelajaran yang efektif lebih tinggi," papar Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamis (2/7/2020), yang disiarkan melalui kanal Youtube DPR RI.

Baca juga: Ini Jumlah Siswa Per Kelas Bila Sekolah Memenuhi Syarat Tatap Muka

Optimalisasi tersebut, dimaksudkan untuk memberi ketenangan dan arahan jelas bagi para guru terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Nadiem pun menjelaskan kisi-kisi arah penyederhanaan kurikulum yang kini dirumuskan oleh tim Kemendikbud tersebut.

Pertama, kata dia, adalah arah fokus kurikulum akan mencakup pada tiga hal, yakni literasi, numerasi dan pendidikan karakter.

"Jadi kalau kita sederhanakan pada tiga fokus yang foundational yaitu literasi, numerasi dan pendidikan karakter," lanjut dia.

Baca juga: Survei UNICEF: 66 Persen Siswa Mengaku Tak Nyaman Belajar di Rumah

Menurutnya, bila semua unsur dari kurikulum harus dituntaskan, maka pembelajaran jarak jauh akan sulit menjadi efektif.

"Ada modul-modul yang bisa dilakukan, yang benar-benar berdampak pada literasi, numerasi dan pendidikan karakter. Jadinya hipotesanya adalah kalau semua dikerjakan, semua unsur dari kurikulum dikerjakan, dengan PJJ akan sangat sulit," sambung dia.

Selain penyederhanaan kurikulum, Nadiem juga memaparkan bahwa selama masa pandemi siswa maupun guru tidak wajib mengejar ketuntasan kompetensi inti (KI) maupun kompetensi dasar (KD).

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X