Terkait Keberatan Usia PPDB ke KPAI, Ini Jawaban Disdik Jakarta

Kompas.com - 29/06/2020, 13:40 WIB
Retno Listyarti, Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)  KOMPAS.com/FITRI RRetno Listyarti, Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

KOMPAS.com - Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan jajarannya terkait pengaduan yang menyebutkan penetapan zonasi PPDB Jakarta tidak sesuai Permendikbud No. 44 Tahun 2020 dan ada pengadu keberatan terhadap kriteria usia.

Dari hasil penjelasan Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya, dinyatakan bahwa Zonasi PPDB DKI Jakarta tidak lagi didasarkan oleh Prestasi Akademik seperti tahun-tahun sebelumnya.

Perubahan paradigma ini justru mendapat apresiasi KPAI, karena Pemprov DKI Jakarta dalam PPDB 2020 berkomitmen memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas tanpa melihat nilai akademik, namun didasarkan zona dan usia.

Baca juga: 3 Hal PPDB Jakarta 2020 yang Disebut Tak Sesuai Permendikbud No 44 Tahun 2019

Ini alasan Kadis Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, menjawab pertanyaan KPAI, bahwa kriteria pertama seleksi dalam Jalur Zonasi adalah tempat tinggal/domisili calon peserta didik harus berada dalam zona yang telah ditetapkan pada SK Kepala Dinas Pendidikan No. 506 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021.

Apabila jumlah pendaftar PPDB Jalur Zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar. Usia yang lebih tua akan didahulukan.

Sistem sekolah pun dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak, karena itu, disarankan agar anak-anak tidak terlalu muda ketika masuk suatu jenjang sekolah dasar.

“Jadi dalam PPDB DKI Jakarta tidak ada syarat nilai akademik seperti seleksi tahun-tahun sebelumnya,” ujar Retno dilansir dari laman KPAI.

Menurut Kadisdik DKI Jakarta, kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang memberlakukan seleksi usia dilatarberlakangi oleh fakta di lapangan bahwa masyarakat miskin justru tersingkir di Jalur Zonasi lantaran tidak dapat bersaing secara nilai akademik dengan masyarakat yang mampu.

Oleh karena itu, kebijakan baru diterapkan, yaitu usia sebagai kriteria seleksi setelah siswa tersebut harus berdomisili dalam zonasi yang ditetapkan, bukan lagi prestasi.

Baca juga: Seleksi Umur di PPDB 2020 Jakarta Berpotensi Menyalahi Permendikbud 44 Tahun 2019

Tersedia Jalur Prestasi

Terkait dengan adanya keberatan masyarakat atas kebijakan seleksi kriteria usia, bukan nilai akademik, dijelaskan oleh pihak Disdik, bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak mengabaikan prestasi siswa, karena tersedia Jalur Prestasi untuk menyeleksi siswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.

Prinsipnya, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjamin keseimbangan antara variabel prestasi dengan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mengakses pendidikan yang berkualitas di sekolah negeri.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X