3 Hal PPDB Jakarta 2020 yang Disebut Tak Sesuai Permendikbud No 44 Tahun 2019

Kompas.com - 27/06/2020, 08:00 WIB
Sejumlah orangtua mendatangi sekolah. Mereka protes karena anaknya tidak lulus dikalahkan siswa dengan nilai yang lebih rendah. Dok SOFIE SAFIENASejumlah orangtua mendatangi sekolah. Mereka protes karena anaknya tidak lulus dikalahkan siswa dengan nilai yang lebih rendah.

KOMPAS.com - Pemerhati pendidikan Doni Koesoema menilai pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2020 tak sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019.

Ada beberapa hal yang tak sesuai dengan Permendikbud itu, yakni kuota, penggunaan seleksi usia tanpa mengutamakan jarak, dan proses PPDB.

"Pertama, dari sisi kuota zonasi, DKI hanya memberikan kuota 40 persen, yang seharusnya 50 persen. Kedua, dari sisi proses, seharusnya PPDB dimulai dengan jalur zonasi terlebih dahulu, bukan afirmasi, seperti dilakukan di DKI," kata Doni dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Menurut dia, proses PPDB DKI Jakarta 2020 harus dimulai dari jalur zonasi terlebih dahulu. Doni mengatakan, inti utama tentang Permendikbud No 44 Tahun 2019 adalah jalur zonasi pertama kali dilakukan.

"Masing-masing daerah memang unik, tapi prosesnya harus dari jalur zonasi dulu," kata Doni.

Menurut Doni, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta keliru menafsirkan proses PPDB. Ia menyebutkan, proses PPDB jalur zonasi mesti diselesaikan terlebih dahulu, kemudian diikuti jalur lainnya.

"Di DKI prosesnya dari jalur afirmasi, baru zonasi. Ini keliru. Zonasi diselesaikan dulu, baru afirmasi, baru jalur pindahan, dan kalau kuota masih ada, pemda boleh membuka jalur prestasi," ujar Doni.

Ia menilai, penggunaan seleksi usia tanpa dilakukan seleksi jarak sebelumnya adalah sebuah kekeliruan. Panitia PPDB Jakarta 2020 harus mengukur jarak rumah siswa ke sekolah sebelum menggunakan usia jika pendaftar melebihi daya tampung.

Baca juga: Orangtua Siswa Teriak Bohong Saat Kadisdik DKI Jelaskan PPDB Jalur Zonasi

Dalam Permendikbud No 44 Tahun 2019 Bagian Kedua Jalur Pendaftaran PPDB Paragraf 1  Umum Pasal 11, pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut, yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, dan atau prestasi.

Sebelumnya, PPDB DKI Jakarta 2020 menuai polemik. Orangtua siswa menilai pelaksanaan PPDB DKI Jakarta 2020 tak sesuai dengan Permendikbud No 44 Tahun 2019.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X