Pemerintah Diminta Siapkan Panduan Materi Ajar dan Pengunaan Dana BOS di Tahun Ajaran Baru

Kompas.com - 18/06/2020, 22:09 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. HandoutWakil Ketua MPR Lestari Moerdijat.

KOMPAS.com - Pemerintah diminta untuk segera membuat panduan berdasarkan materi ajar untuk menindaklanjuti keputusan bersama empat menteri, pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Ia meminta pemerintah menyiapkan panduan berdasarkan materi ajar untuk penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi Covid-19.

"Pada pengumuman panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru Senin (15/6/2020) lalu hanya mengatur teknis pelaksanaan, belum ada panduan berdasar materi ajar,” ujar Lestari Moerdijat.

Ia melanjutkan, “jadi pemerintah harus segera mempersiapkan panduan berdasarkan materi ajar," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: SKB 4 Menteri Atur Kegiatan Belajar Mengajar di Era Kenormalan Baru

Dalam panduan penyelenggaraan pembelajaran itu dicantumkan panduan membuat materi ajar yang sesuai dengan skema belajar jarak jauh. "Karena tidak semua topik belajar cocok dengan skema yang ada saat ini," kata Rerie, sapaan akrab Lestari

Panduan dimaksud menurut Rerie, mencakup panduan belajar bagi guru, siswa dan orangtua. Selain itu, perlu dibuat model evaluasi yang disepakati oleh dinas pendidikan setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Panduan penggunaan BOS

Selain panduan materi ajar, kata Legislator Partai NasDem itu, perlu juga dibuat panduan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang lebih akomodatif terhadap sistem pembelajaran yang diterapkan.

Karena pada panduan yang ada saat ini, jelas Rerie, penggunaan dana BOS hanya boleh untuk membayar guru honorer, membeli hand sanitizer, disinfektan dan sabun, serta membeli pulsa.

"Jangan sampai setiap sekolah seenaknya sendiri menggunakan dana itu tanpa dasar kebijakan yang jelas," tegas Rerie.

Sedangkan untuk sekolah di zona hijau, menurut Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, hal paling mendasar adalah harus ada skenario exit strategy sekolah dalam menentukan jadwal masuk sekolah berdasarkan kesiapan ruang kelas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.