Kompas.com - 16/06/2020, 09:33 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa Covid-19, Senin (15/6/2020). Tangkapan layar kanal Youtube KemendikbudMendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa Covid-19, Senin (15/6/2020).
|

KOMPAS.com - Tahun Ajaran Baru 2020/2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, saat ini seluruh dunia masih menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19.

Tentu imbasnya juga berdampak pada sektor pendidikan di Indonesia. Yakni tahun ajaran baru akan dimulai secara bertahap. Hanya saja, jenjang pendidikannya akan dimulai untuk SMP ke atas.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat mengumumkan "Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19)" secara live streaming di kanal Youtube Kemendikbud, Senin (15/6/2020) sore.

Baca juga: Mendikbud: Ini Ketentuan Sekolah Boleh Dibuka, PAUD Nunggu 5 Bulan Lagi

Nadiem menyatakan, tahun ajaran baru tetap akan dimulai pada Juli 2020. Hanya saja, untuk kegiatan belajar mengajarnya bisa dilakukan secara daring maupun tatap muka di kelas.

Pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan bagi sekolah yang berada di zona hijau. Sedangkan daerah zona kuning, oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Untuk daerah-daerah yang dilarang itu tetap akan melanjutkan program Belajar dari Rumah. Sedangkan daerah zona hijau bisa melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah SMP atau SMA dan sederajat. Jenjang ini masuk tahap pertama.

Sedangkan tahap kedua ialah pendidikan SD sederajat. Dan tahap ketika untuk jenjang PAUD sederajat. Itupun harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan.

"Tetapi jika ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik dari hijau ke kuning, maka sekolah wajib ditutup kembali," ujar Nadiem.

Adapun rincian tahapan pembelajaran tatap muka di sekolah di zona hijau dibagi 3 tahap:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X