Kisah Izzan saat Pembelajaran Daring, Guru Pesantren jadi Sosok Ibu...

Kompas.com - 12/06/2020, 17:30 WIB
 Izzan Faruqy Azzahir, siswa kelas satu SMA/MA di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Izzan membagikan kisah dari salah satu gurunya yang telah ia anggap sebagai sosok ?orang tua pengganti? selama tinggal di Pesantren. Melalui postingannya di Instagram, Izzan bercerita mengenai sosok Nia Kurniawati, yang biasa dipanggil Ibu Nia, guru mata pelajaran Kimia di SMA/MA Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut. Dok. Zenius Izzan Faruqy Azzahir, siswa kelas satu SMA/MA di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Izzan membagikan kisah dari salah satu gurunya yang telah ia anggap sebagai sosok ?orang tua pengganti? selama tinggal di Pesantren. Melalui postingannya di Instagram, Izzan bercerita mengenai sosok Nia Kurniawati, yang biasa dipanggil Ibu Nia, guru mata pelajaran Kimia di SMA/MA Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut.

Zenius, platform education technology di Indonesia, mengajak para siswa bercerita mengenai inovasi dan dedikasi guru yang memberikan inspirasi dan semangat bagi mereka selama masa pembelajaran jarak jauh ini, melalui digital campaign #THRUntukGuru.

Amanda Witdarmono, Chief of Teachers Initiatives Zenius Education, mengatakan, “Kami melihat bahwa selama masa pembelajaran jarak jauh ini, peranan para guru tetap menjadi sesuatu yang sangat penting dalam proses pembelajaran."

Di saat mereka tidak dapat bertatap muka dengan para siswanya, guru dituntut untuk memberikan inovasi dan berdedikasi untuk tetap memberikan atensi yang penuh kepada siswanya meski dengan cara komunikasi yang berbeda.

"Kami mengadakan kontes ini dengan misi untuk memperlihatkan dan menyebarkan awareness terhadap inovasi dan dedikasi yang diberikan para guru di masa yang sulit ini, dari sudut pandang siswa mereka," kata Amanda.

Baca juga: Keseruan Siswa Belajar Daring Melalui TVRI, Orangtua Ingat Dulu Disuruh Nonton TPI

Kontes #THRUntukGuru mengundang para siswa untuk turut berpartisipasi dan menceritakan pengalaman mereka berkomunikasi dan belajar dengan para guru mereka di saat pembelajaran jarak jauh.

Peserta dapat berbagi cerita melalui postingan foto dan teks di akun sosial media pilihan mereka (Instagram, Twitter, atau Facebook) yang dimulai dengan tagar #ZeniusIniGuruku dan diakhiri oleh #THRuntukGuru.

Cerita yang dicari adalah bagaimana guru mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan memprioritaskan para siswa mereka sembari memberikan kebutuhan siswa selama periode belajar jarak jauh.

Kontes ini telah diadakan mulai dari tanggal 14 Mei hingga 25 Mei 2020 dengan 104 cerita telah masuk dari seluruh siswa di berbagai penjuru nusantara.

Guru dari tiga cerita paling inspiratif ini, masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar 5 juta rupiah dan bagi siswa/i pengirim cerita mendapatkan uang tunai senilai Rp1,5 juta, Rp1 juta, dan Rp500.000 beserta merchandise dari Zenius

Izzan berharap, dengan mengikuti kontes #THRUntukGuru dari Zenius, Ia dapat memberikan apresiasi atas perhatian yang Ibu Nia telah berikan baginya dan teman-temannya.

Di satu sisi, inovasi dan keinginan belajar yang ditunjukkan oleh gurunya ini, membuat Ia justru bangga dan terinspirasi agar tidak mengeluh menjalani pembelajaran jarak jauh.

“Saya bangga memiliki guru seperti Ibu Nia dan seluruh guru di penjuru nusantara yang berjuang di garda terdepan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia,” tambah Izzan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X