Kompas.com - 04/06/2020, 12:06 WIB
Tak hanya bisa melayani pasien Covid-19, kini robot Raisa buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga bisa sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis. Dok. ITSTak hanya bisa melayani pasien Covid-19, kini robot Raisa buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga bisa sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis.

KOMPAS.com - Tak hanya bisa melayani pasien Covid-19, kini robot Raisa buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga bisa sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis.

Berangkat dari banyaknya material bekas pasien Covid-19 dan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis yang sudah tak terpakai namun tak bisa begitu saja dibuang, ITS kembali meluncurkan versi terbaru dari Robot Medical Assistant ITS – Airlangga (Raisa).

Salah seorang tim peneliti RAISA Rudy Dikairono ST MT mengungkapkan, robot ini yang sebelumnya untuk melayani pasien, diganti dengan penambahan alat penyemprot disinfektan.

“Dengan selang dan alat penyemprot yang fleksibel, tidak hanya menyemprot bagian depan, namun bisa ke samping ke bawah maupun ke belakang,” paparnya dalam keterangan tertulis di laman resmi ITS, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: Ikatan Dokter Anak Anjurkan Sekolah Tidak Dibuka sampai Desember 2020

Dalam pengoperasiannya, Rudy juga menerangkan, penyemprotan disinfektan oleh RAISA dapat dikendalikan jarak jauh melalui remote control.

Tim juga sedang mengembangkan sistem semi autonomous dengan sensor tertentu seperti lintasan yang ditempelkan ke lantai, sehingga robot dapat berjalan secara otomatis ke ruang tujuan.

Nantinya, robot ini akan bisa melayani setiap ruangan satu robot, dan dapat berpindah antara satu kamar ke kamar yang lainnya,” imbuh dosen Teknik Elektro ITS tersebut.

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari memaparkan bahwa saat ini pada protokol rumah sakit penggunaan APD ada jangka waktunya, sehingga apabila keluar ruangan saja harus disterilisasikan terlebih dahulu.

Baca juga: Daftar PTN Paling Diminati Peserta SBMPTN 2019

Hal ini agar bisa mengurangi tugas tenaga medis dan meminimalisasi terpaparnya virus yang menempel pada APD.

“Tenaga medis tugasnya sudah banyak, maka dari itu RAISA hadir untuk meringankan beban mereka,” ujarnya.

Menurut Ashari, hadirnya RAISA versi disinfektan ini atas permintaan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).

Dengan dua robot sebelumnya yang sudah bekerja di RSUA, pemasangan alat disinfektan pada versi ketiga ini juga bisa digunakan untuk mensterilkan kamar pasien dan lorong-lorong rumah sakit.

“Raisa ini kami harapkan produksinya bisa sampai ke rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia dan membantu meringankan beban pahlawan medis yang saat ini sedang berjuang,” tutup Ashari yang juga merupakan guru besar Teknik Elektro ITS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X