New Normal Dunia Pendidikan, Akademisi Unair: Kurikulum Harus Adaptif

Kompas.com - 04/06/2020, 08:30 WIB
Ilustrasi mahasiswa DOK. PIXABAYIlustrasi mahasiswa

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 kini memaksa hampir semua penduduk dunia melakukan perubahan dan menjalani new normal (normal baru), termasuk dalam dunia pendidikan.

Bekerja dan belajar dari rumah menjadi salah satu pilihan untuk menjalani hidup di tengah masalah kesehatan global.

Di dunia pendidikan, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, kini tidak luput dari penerapan proses pembelajaran dari rumah.

Wakil Dekan I Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (Unair) Kusnanto mengatakan, kurikulum adaptif sangat diperlukan untuk menghadapi pandemi dan persiapan dalam menghadapi era new normal.

Baca juga: Ikatan Dokter Anak Anjurkan Sekolah Tidak Dibuka sampai Desember 2020

Kegiatan belajar yang dialihkan dari rumah, kata dia, harus dibarengi dengan penerapan kurikulum adaptif sehingga proses interaksi antara mahasiswa dengan dosen dapat berjalan dengan baik serta tujuan pembelajaran dapat tercapai.

“Perhatikan kondisi saat ini dan juga perkembangan zaman yang sangat cepat perubahannya bahkan tidak terprediksi maka diperlukan sebuah kurikulum adaptif,” ucapnya saat menjadi pemateri pada web seminar yang diadakan oleh FKP Unair, Selasa (2/6/2020), seperti dilansir dari laman Unair News.

Pembelajaran jarak jauh jadi pola kurikulum adaptif

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, lanjut Kusnanto, mau tidak mau harus tetap berlangsung. Menjadi sebuah pola dalam kurikulum adaptif sebagai persiapan untuk menghadapi era new normal.

Baca juga: Kemendikbud: Putusan Soal UKT Tak Boleh Sebabkan Mahasiswa Tak Bisa Kuliah

“Agar pembelajaran tetap dilakukan maka harus dilakukan secara jarak jauh atau daring. Yang tadinya kurang terbiasa bagi beberapa Perguruan Tinggi atau mahasiswa, sekarang harus dibiasakan,” tutur Kusnanto.

Namun, Kusnanto juga mengatakan permasalahan lain yang dihadapi di sektor pendidikan adalah tekanan finansial.

“Sekarang institusi banyak yang mengalami tekanan finansial. Salah satunya karena orang tua dan mahasiswa meminta potongan biaya kuliah. Tentunya ini akibat dampak pandemi di sektor ekonomi keluarga,” imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X