Mendengar Sisi Lain Sejarawan: 72 Tahun Peter Carey

Kompas.com - 31/05/2020, 15:21 WIB
Koleksi buku Peter Carey terbitan KPG. DOK. KPG/DELLA YULIAKoleksi buku Peter Carey terbitan KPG.

Oleh: Udji Kayang | Penerbit KPG

KOMPAS.com - Pernah ada yang berkelakar Peter Carey bisa salah dan lupa kecuali tentang hal-hal menyangkut Pangeran Diponegoro. Peter Carey adalah sejarawan Inggris kelahiran Yangon, Myanmar, 30 April 1948, yang dikenal karena studi-studinya tentang sejarah Perang Jawa (1825–1830).

Peter meraih gelar sarjana di Trinity College, Universitas Oxford, pada 1969. Lalu ia mendapat beasiswa English Speaking Union dan menjalani program master di bidang Kajian Asia Tenggara di Cornell University (1969–1970).

Pada masa itulah Peter mulai tertarik pada Asia Tenggara, terkhusus Indonesia dan Perang Jawa.

Ketekunan melakukan koreksi

Peter pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada 1970, kemudian tinggal di Jakarta dan Yogyakarta masing-masing selama tiga tahun untuk mengumpulkan data yang tersimpan di Arsip Nasional dan skriptorium naskah Jawa.

Baca juga: Gen: Memanfaatkan Pengetahuan, Menyelamatkan Nyawa

 

Setelah meraih gelar Ph.D pada 1975 dengan disertasi tentang Pangeran Diponegoro dan Perang Jawa, Peter bekerja di Universitas Oxford.

Perlu bertahun-tahun bagi disertasi Peter untuk akhirnya diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan terbit sebagai buku berjudul "Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785–1855".

Buku yang dibagi menjadi tiga jilid tersebut diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia pada 2012, dan mengalami cetak ulang serta revisi berkali-kali.

Ketekunan untuk terus melakukan koreksi adalah salah satu keistimewaan Peter. Setiap kali penerbit mengabarkan bukunya akan dicetak ulang, Peter selalu melakukan revisi, yang bukan hanya sekadar menyangkut salah ketik, tetapi juga data-data pokok.

Bukan hanya untuk bukunya, Peter juga pernah menyampaikan koreksi terhadap artikel di media massa yang melibatkan dirinya.

“Saya sebenarnya punya tugas sebagai sejarawan: you have to get things right... kita harus berani untuk betul-betul self-critic,” ujar Peter dalam webinar Sekitar Buku bertajuk “Mendengar Sisi Lain Sejarawan: 72 Tahun Peter Carey” di kanal Youtube Penerbit KPG.

Sejarah yang tidak pernah selesai

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X