Sosiolog UGM: Infrastruktur Kesehatan Prasyarat Utama

Kompas.com - 28/05/2020, 09:00 WIB
Pembeli menggunakan masker saat belanja kebutuhan pokok di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPembeli menggunakan masker saat belanja kebutuhan pokok di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang.

KOMPAS.com - Sosiolog Universitas Gadjah Mada ( UGM), Arie Setyaningrum, mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur pendukung terlebih dahulu sebelum menerapkan The New Normal.

Selain itu, sangat penting juga terkait dengan kelengkapan protokol kesehatan dan materi sosialisasi pada masyarakat luas.

“Saya bukan ahli epidemiologi, tetapi sepakat dengan beberapa ahli epidemiologi bahwa yang pertama-tama harus disiapkan pemerintah pusat dan daerah adalah terus menjalankan pembatasan sosial dengan mengutamakan aspek infrastuktur kesehatan yang memadai. Sudahkah semua ini dikalkulasi?" ujar Arie, seperti dikutip laman UGM.

Ia mengungkapkan, infrastruktur kesehatan dan semacamnya menjadi prasyarat utama untuk melakukan New Normal.

Baginya, prasyarat tersebut penting karena infrastruktur yang ada selama ini belum sepenuhnya menjangkau lapisan masyarakat, misalnya seperti mass testing untuk Yogyakarta.

Baca juga: Kampus dan SMK Perlu Adaptasi Kebutuhan SDM di Era New Normal

Arie menilai pemerintah semestinya harus konsisten menjalankan penyiapan infrastruktur pendukung New Normal. Selain itu, juga soal sosialisasi pada publik seperti bagaimana media literasi publik dapat menjangkau masyarakat luas harus disiasati oleh banyak stakeholders bukan hanya pemerintah.

“Termasuk di dalamnya juga jaringan masyarakat sipil secara luas," terangnya.

Pertanyaan penting tentang New Normal

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X