Tips Menjaga Keamanan Data di Internet dari Akademisi ITB

Kompas.com - 13/05/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi ponsel dmbakerIlustrasi ponsel

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat kegiatan banyak dilakukan secara daring (online), mulai dari belajar, rapat, hingga berbelanja.

Namun, kebocoran data dan masalah privasi yang dilanggar oleh sejumlah layanan berbasis internet perlu menjadi isu yang tak bisa diabaikan.

Pasalnya, tak sekadar data diri yang bisa dicuri, nomor ponsel hingga rekening kartu kredit bisa saja disalahgunakan oleh oknum tertentu yang akhirnya sangat merugikan.

Berkaitan dengan masalah tersebut, Dosen Kelompok Keahlian (KK) Teknik Komputer STEI Institut Teknologi Bandung ( ITB) Budi Rahardjo mengupasnya dalam talkshow yang disiarkan secara live pada kanal Youtube.

Ia mengatakan, ada dua macam kerahasiaan privasi, yaitu yang lebih ketat dan yang lebih kendur.

Baca juga: Universitas Pertahanan Buka Pendaftaran S1, Bebas Biaya Kuliah

“Di Benua Eropa, privasi menjadi perhatian yang sangat ketat peraturannya. Terdapat banyak sekali regulasi dan mekanisme yang harus dipatuhi. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang lebih kendur. Hal ini sedikit banyaknya dipengaruhi oleh sistem sosial kekerabatan yang lazim di masyarakat,” ujar Budi seperti dilansir dari laman resmi ITB, Selasa (5/5/2020).

Lebih lanjut ia menerangkan, RUU privasi di Indonesia sudah lama direncanakan, tapi belum juga mencapai kesepakatan.

Baca juga: Daftar Perguruan Tinggi Kedinasan yang Buka Pendaftaran 8-23 Juni 2020

Menurutnya, peraturan mengenai privasi ini memang sebaiknya tidak terlalu ketat, namun tetap harus ada peraturan yang jelas untuk data yang dimiliki entitas bisnis agar tidak diperjualbelikan.

Sebagai contoh, lanjut Budi, ada beberapa kasus fintech yang menawarkan kredit, apabila ada nasabah yang tidak melunasi pinjaman, perusahaan fintech tersebut mengakses data kontak peminjam dan menghubungi kontak yang ada di nomor ponsel nasabah.

Hal seperti ini sudah sepantasnya ditindak tegas karena melanggar privasi dan OJK pun melarang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X