Kompas.com - 29/04/2020, 09:48 WIB
Petugas di terminal Mangkang saat melakukan proses penyemprotan di bilik disinfektan. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAPetugas di terminal Mangkang saat melakukan proses penyemprotan di bilik disinfektan.

KOMPAS.com - Penyemprotan cairan disinfektan di bilik sterilisasi ramai menuai kontroversi. Pasalnya, larutan tersebut justru dapat membahayakan kesehatan pernafasan.

Berupaya menghadirkan solusi, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) Dr. Muji Harsini Dra., M.Si menginisiasi cairan antiseptik penyemprot pada bilik sanitasi yang aman dan ramah lingkungan.

"Selama ini kita dapat dengan mudah menemui disinfektan di pasaran, seperti minyak pinus, fenol, NaOCl, H2O2, dan Etanol. Namun bahan-bahan tersebut memiliki efek samping bagi tubuh dan kesehatan. Untuk itu kami menggunakan bahan anloyte sebagai bahan cairan disinfektan yang aman dan ramah lingkungan," paparnya dalam laman Unair News, Selasa (28/4/2020).

Muji mengatakan, cairan antiseptik buatannya merupakan larutan antiseptik ion garam yang dielektrolisis.

Baca juga: Psikiater UGM: Berpuasa Bisa Meredakan Stres

Cairan tersebut dapat membunuh dan mensterilkan hidung serta tenggorokan pengguna selama inhalasi, tanpa menyebabkan kesulitan bernapas, tanpa iritasi pada kulit.

"Disinfektan anolyte ini terbukti secara klinis 100 kali lebih efektif dibanding pembersihan dengan pemutih dan membunuh lebih banyak 99 persen bakteri, virus, kuman dan pembawa penyakit berbahaya lainnya," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, anolyte berfungsi sebagai cairan disinfektan yang dapat membersihkan dan memiliki keuntungan dibanding senyawa klorin lainnya.

Baca juga: Angka Perceraian Meningkat Akibat Covid-19, Ini Saran Akademisi IPB

Selain itu cairan ini tidak memiliki efek samping bagi manusia dan hewan, menjamin tidak ada racun dan dapat terurai dengan sendirinya tanpa harus mencemarkan lingkungan.

Muji juga mengungkapkan bahwa anolyte juga sering digunakan dalam pengolahan air minum, peternakan ayam, budidaya udang, pengolahan makanan, limbah, sanitasi rumah sakit dan lainnya.

Dalam penerapannya di rumah sakit, anolyte digunakan untuk mencuci tangan, alat merendam dan mencuci, dekontaminasi penyimpanan air dan pipa kerja, alat mencuci dan merendam kaki, membersihkan permukaan kasar, dekontaminasi perlengkapan ultrasound, mencuci kasur dan kursi roda, dan banyak lagi lainnya.

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) Dr. Muji Harsini Dra., M.Si menginisiasi cairan antiseptik penyemprot pada bilik sanitasi yang aman dan ramah lingkungan.Dok. Unair Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) Dr. Muji Harsini Dra., M.Si menginisiasi cairan antiseptik penyemprot pada bilik sanitasi yang aman dan ramah lingkungan.

“Anolyte dengan bahan aktif HOCl mempunyai pH antara 2.5-5 atau pH < 5 dan baik untuk kesehatan. Sehingga ke depannya kami akan terus memproduksi dan sejauh ini kami bisa menghasilkan 80 liter setiap jamnya,” tutupnya.

Anolyte dibuat melalui aktivasi elektrokimia (Electro-Chemical Activation) yang dipatenkan pertama kali di Rusia dan dikembangkan lebih dari 40 tahun.

Proses aktivasinya menggunakan air, garam dan listrik. Sehingga dapat menghasilkan kandungan disinfektan yang kuat dan alami.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X