Hari Kartini, Kiprah Perempuan dalam Penanggulangan Corona

Kompas.com - 21/04/2020, 18:09 WIB
Nining (45), salah seorang perawat khusus pasien covid-19 RSUD Soekardjo Tasikmalaya sebagai salah satu Kartini masa kini di masa pandemi corona, Selasa (21/4/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHANining (45), salah seorang perawat khusus pasien covid-19 RSUD Soekardjo Tasikmalaya sebagai salah satu Kartini masa kini di masa pandemi corona, Selasa (21/4/2020).

KOMPAS.com - Memperingati hari Kartini di tengah suasana pandemi corona menjadi sebuah tantangan. Meski banyak peran yang bisa dilakukan di masa pandemi corona, tetap saja ia dituntut bisa membagi perannya untuk keluarga, pekerjaan dan masyarakat.

Akademisi dan Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari menyatakan emansipasi wanita di Indonesia saat ini boleh dibilang semakin membaik. Perempuan bisa bekerja di banyak tempat, dan bisa menduduki beberapa jabatan yang di masa dahulu jarang bisa diraih.

“Kini tidak terdengar lagi adanya perbedaan penghasilan atau gaji antara laki-laki dan perempuan, dan peran wanita di masa Covid-19 banyak sih yang bisa dilakukan, diantaranya mereka yang berprofesi di bidang kesehatan jelas berada di garda depan," ujar Yayi seperti dikutip dari laman UGM.

Menurutnya, meski banyak hal yang bisa dilakukan perempuan di masa pandemi corona, tetapi sebaiknya peran-peran tersebut dilakukan dari hal-hal yang sederhana.

Ia mencontohkan jika urusan rumah tangga telah selesai dikerjakan, ia tetap untuk tinggal di rumah sesuai anjuran pemerintah.

Seiring dengan itu, perempuan juga bisa membantu banyak hal, diantaranya menghentikan berita-berita hoax soal corona.

Mereka juga bisa membagikan berita-berita resmi dari pemerintah atau organisasi resmi.

“Bagi yang berkecukupan bisa dengan menggalang dana untuk pengadaan APD dan disumbangkan kepada profesi kesehatan, atau membagi masker untuk para penjual warung, pekerja dan lain-lain yang mengharuskan mereka masih harus tetap bekerja di luar setiap harinya. Atau yang sudah banyak dilakukan menyediakan makanan bergizi mudah konsumsi untuk para tenaga kesehatan yang tidak memiliki waktu cukup lama untuk istirahat," terangnya.

Yayi selama ini gencar mempromosikan Health Promoting University semenjak pandemi corona.

Baca juga: Buat Dosen Pembimbing, Ini Tips Bimbingan Tugas Akhir Selama Pandemi Corona

Tim HPU pun lantas aktif masuk ke Satuan Tugas Covid-19 UGM. HPU yang semula untuk pencegahan dan promosi hidup sehat maka selanjutnya berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 UGM.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X