Kompas.com - 17/04/2020, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Jumlah pendaftar mahasiswa baru di sejumlah kampus swasta di Jakarta mengalami penurunan di tengah masa pandemi corona. Pihak perguruan tinggi swasta mengupayakan beragam strategi untuk meningkatkan minat calon mahasiswa baru untuk mendaftar.

Rektor Universitas Budi Luhur, Wendi Usino mengatakan kampusnya merasakan dampak penurunan pendaftar mahasiswa baru selama masa pandemi corona. Penurunan yang dialami oleh Universitas Budi Luhur terlihat sangat signifikan.

"Di Budi Luhur bulan April ini ada sekitar 2.000 orang dan hanya 500 yang daftar ulang. Sekitar 25 persen yang daftar ulang," kata Budi dalam telekonferensi pada Kamis (16/4/2020).

Dibandingkan pada bulan April tahun lalu, ada sekitar 3.000 mahasiswa yang mendaftar ke Universitas Budi Luhur. Sementara, mahasiswa yang mendaftarkan ulang dirinya mencapai 60 persen.

"Kami mencoba memberikan 2.000 beasiswa untuk mahasiswa yang keluarganya terdampak corona. Beasiswa berupa potongan biaya kuliah 50 persen. Ini memberikan kesempatan kuliah untuk keluarga yang terdampak (ekonominya karena corona)," ujar Wendi.

Baca juga: 15 PTS LLDikti Wilayah III Berbagi Upaya Baik Redam Wabah Covid-19

Universitas Pancasila pun merasakan penurunan minat pendaftar mahasiswa baru. Rektor Universitas Pancasila, Wahono Sumaryono mengatakan hingga tanggal 14 April tercatat sebanyak 114 orang mahasiswa baru di Universitas Pancasila dari total 844 pendaftar.

Gedung Rektorat Universitas PancasilaDok. Universitas Pancasila Gedung Rektorat Universitas Pancasila

Pada tahun lalu di periode yang sama, tercatat 149 orang yang melakukan daftar ulang dari total pendaftar 1.083 orang.

"Secara obyektif diprediksikan akan terjadi penurunan karena dampak negatif pandemi corona adalah selain di sektor kesehatan adalah penurunan kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat golongan ekonomi menengah-bawah ( orangtua calon mahasiswa baru)," ujar Wahono saat dihubungi Kompas.com.

Wahono berharap penurunan minat mahasiswa baru untuk mendaftar ke Universitas Pancasila di tengah wabah pandemi corona tak lebih dari 20 persen.

 

Ia mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah skenario untuk melakukan penerimaan mahasiswa baru di tengah masa pandemi seperti peningkatan frekuensi tes masuk secara online, promosi peringkat akreditasi kampus, open house fakultas, dan penyesuaian jangka waktu pembayaran yang lebih terjangkau.

"Term of payment yang lebih affordable masih dalam perhitungan untuk simulasi berbagai alternatif proyeksi optimistik- pesimistik," tambah Wahono.

Universitas Pancasila telah melakukan beberapa tes masuk yaitu Gelombang I 20 Nov 2019 - April sebanyak empat kali. Kemudian, akan dilanjutkan Gelombang II mulai 19 April-28 Juni 2020, dan Gelombang III 1 Juli-22 Agustus 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.