Peneliti Hipnosis Unpad Kembangkan Audio Visual untuk Kurangi Stres Akibat Corona

Kompas.com - 14/04/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi cemas kitzcornerIlustrasi cemas

KOMPAS.com - Tim peneliti hipnosis Universitas Padjadjaran mengembangkan metode untuk mengurangi kecemasan akibat Coronavirus. Metode yang dikembangkan bertajuk “Afirmasi Virus Corona-19” sebagai upaya hipnosis mandiri dalam menangani kecemasan di tengah pandemi corona.

Metode ini dikembangkan oleh tiga akademisi Unpad yang tergabung dalam kelompok peneliti hipnosis, antara lain Gilang Yubiliana (Fakultas Kedokteran Gigi), Nani Darmayanti (Fakultas Ilmu Budaya), dan Jimi Narotama Mahameruaji (Fakultas Ilmu Komunikasi).

Ketiganya mengembangkan metode afirmasi dengan memanfaatkan media audio visual. Tujuannya agar media ini lebih efektif digunakan untuk proses hipnosis mandiri (self hypnosis) selama masa isolasi akibat pandemi berlangsung.

Ada dua tahapan dalam pengembangannya, yaitu penyusunan kalimat afirmasi. Penyusunan ini melibatkan telaah dari ahli linguistik. Dalam hal ini, Gilang berkolaborasi dengan Nani dari sisi telaah linguistiknya.

Pada kalimat afirmasi ini merupakan kumpulan kata yang dirangkai menjadi kalimat dan dilengkapi dengan strategi kebahasaan tertentu yang digunakan saat proses hipnosis mandiri. Strategi ini bertujuan agar kalimat afirmasi mampu memberikan ketenangan kepada individu.

“Strategi kebahasaan yang digunakan untuk membuat kalimat “AFIRMASI VIRUS CORONA -19” mengikuti pola dasar kalimat komunika hipnodontik,” ujar Gilang seperti dikutip dari laman Unpad.

Baca juga: SNMPTN 2020, Ini Prodi Saintek dan Soshum di Unpad yang Paling Diminati Siswa

Gilang mengatakan, dengan mengikuti pola kalimat komunika hipnodontik terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kecemasan dengan biomarker kadar hormon. Analisis ini diperoleh Gilang saat studi Doktoralnya pada 2016 lalu.

Tahap selanjutnya adalah membuat kalimat afirmasi ini menjadi media audiovisual. Proses yang dilakukan oleh Jimi Narottama ini berhasil membuat media audiovisual bertajuk “Media Intervensi Hypnosis Afirmasi Virus Corona-19”. Media inilah yang digunakan untuk proses hipnosis mandiri.

Pada media visual ini, tim menggunakan teknik pengambilan gambar secara statis dengan obyek latar pantai dan deburan ombak. Gambar ditambahkan efek slow motion untuk lebih memberikan perasaan tenang.

“Pemilihan objek gambar pantai didominasi warna biru yang dapat membantu mengurangi kecemasan,” tambah Gilang.

Sebelum digunakan massal, media intervensi ini terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reabilitas.

Tim memanfaatkan media daring berupa Google Form Survey dan Youtube Unlisted dengan mengikutsertakan 30 responden. Selain itu, media juga tengah diproses untuk hak kekayaan intelektualnya.

Dr. Gilang mengatakan, trailer untuk media intervensi dapat dilihat pada tautan https://youtu.be/lJ1CHehjdaQ.(art).

Masa kedaruratan akibat pandemi Coronavirus (COVID-19) berpotensi melahirkan rasa takut, stres, dan cemas di masyarakat. Jika tidak ditangani dengan baik, cemas berlebih akan rentan menimbulkan gejala penyakit, termasuk di antaranya gejala Coronavirus.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X