Kompas.com - 10/04/2020, 17:58 WIB
Ilustrasi beberapa buku rekomendasi yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). DOK. KPGIlustrasi beberapa buku rekomendasi yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Menghitung hari, detik demi detik

Menunggu itu 'kan menjemukan

KOMPAS.com - Jika melanjutkan dua bait pertama lagu "Menghitung Hari" versi Anda Perdana tersebut rasanya ingin jerit: "Kapan masa karantina ini akan berakhir?!"

Coba kalau dihitung-hitung, sudah berapa lama kita di rumah saja? Mungkin ada yang betah-betah saja di rumah, tapi pasti juga tidak sedikit yang merasa jemu, ingin bebas lagi beraktivitas di luar.

Ingin tahu resep biar betah di rumah saja selama PSBB? Baca buku!

Julian Barnes, penulis asal Inggris pernah mengindikasikan dalam salah satu cerita pendeknya di buku "Sejarah Dunia dalam 10 1/2 Bab" bahwa orang yang dapat membunuh kejenuhan dan bertahan hidup paling lama (di surga yang menjemukan) ialah golongan cendekiawan pembaca buku.

Baca juga: Buku yang Dapat Mengurai Sistem Berpikir Kita

“Sepertinya, memperdebatkan buku, karena beberapa alasan, membuat mereka tetap muda,” tulis Barnes.

Nah, daripada bengang-bengong di rumah, lebih baik tantang dirimu membaca habis buku-buku keren ini selama masa karantina mandiri.

Ayo, lomba siapa yang bakal lebih dulu selesai, masa karantina atau membaca satu dari serial buku pilihan ini?

1. Seri Grishaverse

Perbincangan hangat editor Penerbit POP dan dua pembaca setia Grishaverse pada Sabtu ini, 11 April 2020 pukul 13.00 WIB. Live streaming di Siapabilang.com, Youtube, Facebook, dan Twitter Penerbit KPG.DOK. KPG Perbincangan hangat editor Penerbit POP dan dua pembaca setia Grishaverse pada Sabtu ini, 11 April 2020 pukul 13.00 WIB. Live streaming di Siapabilang.com, Youtube, Facebook, dan Twitter Penerbit KPG.

Semesta Grisha karya Leigh Bardugo sudah terbit versi bahasa Indonesia oleh Penerbit Pop. Kamu sudah baca semuanya belum? Wajib sih, maraton baca selama masa menguncitara ini. Sekali baca dijamin susah berhenti.

Dari petualangan Kaz Brekker dan kawan-kawn di dwilogi "Six of Crows" (POP, 2018) dan "Crooked Kingdom" (POP, 2019), sampai trilogi kisah Alina Starkov di "Shadow and Bone" (POP, 2019), "Siege and Storm" (POP, 2020), dan kabarnya dalam waktu dekat akan terbit "Ruin and Rising".

Kalau masih ragu, kamu juga bisa mengikuti perbincangan hangat editor Penerbit POP dan dua pembaca setia Grishaverse pada Sabtu ini, 11 April 2020 pukul 13.00 WIB. Live streaming di Siapabilang.com, Youtube, Facebook, dan Twitter Penerbit KPG.

2. Seri Klasik terbitan Balai Pustaka

Seri Sastra Klasik Balai Pustaka oleh penerbit KPG.DOK. KPG Seri Sastra Klasik Balai Pustaka oleh penerbit KPG.

Menyelami sejarah lewat sastra juga menarik, loh. Apalagi kalau membaca karya sastra pada awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Jika bingung mau mulai dari mana, kamu bisa mencoba membaca tiga novel terbitan Balai Pustaka yang direvitalisasi oleh KPG; "Pertemuan Jodoh" karya Abdoel Moeis, "Neraka Dunia" karya Nur St. Iskandar, dan "Anak dan Kemenakan" karya Marah Rusli.

Buat apa baca fiksi, kalau fakta sejarah lebih penting? Boleh. Coba baca "Soewardi Soerjaningrat dalam Pengasingan" karya Irna H.N. Hadi Soewito, "Demokrasi dan Kepemimpinan: Kebangkitan Gerakan Taman Siswa" karya Kenji Tsuchiya, "Perang Padri di Sumatra Barat", "Semasa Kecil di Kampung", dan "Catatan di Sumatra" karya Muhamad Radjab.

3. Seri Sains Populer

Seri Sains Populer Siddhartha Mukherjee.DOK. KPG Seri Sains Populer Siddhartha Mukherjee.

Kalau kata Sun Tzu, penggagas Seni Beperang (The Art of War) yang terkenal itu, "Jika kita tahu siapa musuh kita dan memahami diri kita sendiri, maka tidak perlu takut menghadapi hasil dari ratusan pertempuran sekalipun."

Nah, ibarat kita sedang "perang" melawan virus korona, jangan cuma berdiam diri menunggu badai berlalu, Bookmanias.

Yuk, cari tahu kekuatan dan kelemahan musuh, sambil memahami ketahanan dan warisan genetik kita sebagai spesies makhluk hidup yang paling lama bertahan dari ancaman dunia lewat dua buku baru yang cukup recommended ini; "Gen" (KPG, Februari 2020) dan "Kanker" (KPG, segera terbit April 2020) karya Siddharta Mukherjee.

Penulis adalah asisten profesor kedokteran di Columbia University, juga dokter spesialis dan peneliti kanker.

Kedua buku ini tadinya akan menjadi bahan diskusi pertemuan keempat Science Underground bertajuk "Tubuh yang Berkhianat" bersama dr. Ryu Hasan di Teater Utan Kayu, Jakarta, pada 3 April 2020.

Baca juga: Science Underground: Waspada Jebakan Berpikir di Tengah Wabah Korona

Kegiatan ini terpaksa ditunda demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Buku terkait yang direkomendasikan untuk diskusi itu antara lain; "Genom" (GPU, 2017) karya Matt Ridley, "Asal-usul Manusia" karya Richard Leakey (KPG, 2003), "Evolusi Reproduksi Manusia" (KPG, 2019) karya Jared Diamond, dan "Evolusi: Dari Teori ke Fakta" (KPG, 2010) oleh Ernst Mayr.

Penulis: Silvi, Penerbit KPG.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.