Kompas.com - 08/04/2020, 14:00 WIB
mahasiswa dari Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian IPB University Idim Dimyati naik turun bukit untuk jalani kuliah online. Dok. IPBmahasiswa dari Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian IPB University Idim Dimyati naik turun bukit untuk jalani kuliah online.

Untungnya, saat itu dia tidak membawa terlalu banyak buku dan ada gubuk untuk berteduh. Selain basah diguyur hujan, kejadian lain yang sempat membuatnya takut adalah ada badai dengan petir besar.

Walau begitu, kondisi tersebut tidak membuat Idim surut semangat untuk belajar. Idim tetap semangat untuk melakukan aktivitas perkuliahan. Malah, Idim mengaku senang dengan perkuliahan daring ini.

“Di manapun kuliahnya jika kita melakukannya dengan ikhlas, Insya Allah itu akan jadi pahala buat kita. Untuk naik ke bukit, saya harus menempuh perjalanan selama 30 menit dari rumah dengan berjalan kaki. Kuliah online ada hikmahnya buat saya. Saya jadi bisa banyak belajar langsung dari alam, banyak hal menarik yang saya alami,” imbuhnya.

Dukungan untuk Idim pun berdatangan dari warga desa. Salah satu petani bernama Rois kerap memberikan semangatnya kepada Idim.

Baca juga: Beasiswa Biaya Kuliah untuk Mahasiswa S1, Hingga Rp 40 Juta Setahun

“Jangan pernah menyerah dek, kita memang orang kampung. Jangan merasa kita orang kampung kita tidak bisa bersaing dengan orang-orang kota. Buktikan kalau orang kampung juga bisa pintar dan maju. Kamu harapan kami, manfaatkan kesempatan dengan baik dan terus berusaha,” kata Rois memberikan semangat.

Selain berterima kasih atas dukungan warga desa, Idim juga menyampaikan apresiasi untuk para Dosen karena mencoba menerapkan berbagai metode untuk memudahkan jalannya perkuliahan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bahkan dosen meminta saya untuk mengirimkan alamat lengkap tempat tinggal saya untuk memberi bahan kuliah dan bahan tugas pada saya. Alhamdulillah, setelah beberapa hari kuliah berjalan, pihak kampus juga membuat kebijakan memberikan bantuan biaya 150.000 rupiah per bulan untuk membeli paket data internet,” ujar penerima beasiswa Afirmasi Dikti 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X