Kompas.com - 04/04/2020, 21:47 WIB

KOMPAS.com - Dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo menetapkan Ujian Nasional (UN) yang biasanya dilakukan pada akhir tahun ajaran akan ditiadakan.

Perubahan itu disebabkan adanya pandemi wabah corona virus disease (Covid-19) yang menyebar di banyak negara, termasuk Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menjelaskan, sekolah bisa mengambil beberapa opsi sebagai sistem penilaian pengganti UN.

Nadiem juga menyatakan, UN kini sudah tak lagi menjadi syarat kelulusan.

Mendikbud Nadiem Makarim saat berbicara di panggung Indonesia Digital Economy Summit 2020, Jakarta, Kamis (27/2/2020). KOMPAS.com/ BILL CLINTEN Mendikbud Nadiem Makarim saat berbicara di panggung Indonesia Digital Economy Summit 2020, Jakarta, Kamis (27/2/2020).
Salah satu opsi yang dipaparkan Mendikbud Nadiem yakni penilaian kelulusan didasarkan pada ujian sekolah yang digelar masing-masing sekolah. Ujian itu nantinya dilaksanakan secara online.

"Pertama, ujian sekolah itu masih bisa dilakukan oleh masing-masing sekolah, ujian kelulusan sekolah. Tapi tidak diperkenankan tatap muka. Ujian sekolah bisa lewat online", kata Nadiem dalam konferensi pers melalui teleconference usai rapat bersama Jokowi, Jumat (3/4/2020).

Kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tersebut mendapat dukungan dari perusahaan penyedia aplikasi digital, PT WeKiddo Digital Indonesia.

CEO PT WeKiddo Digital Indonesia, Ferry Irawan, berpendapat kebijakan pemerintah tersebut adalah keputusan yang tepat di tengah pandemi Covid-19.

Aplikasi Wekiddo SMK BISA.DOK.Disdik DKI Jakarta Aplikasi Wekiddo SMK BISA.
"Karena keputusan tersebut tentunya sudah disepakati untuk menghadapi dan meminimalisir penyebaran dan dampak dari pandemi covid 19 ini. Sebagai rakyat Indonesia tentunya kami mengikuti keputusan pemerintah yang merupakan hasil terbaik untuk seluruh rakyat Indonesia," ujar dia.

Ia menjelaskan, anak dapat tetap berada di rumah dalam pengawasan orangtua meski ujian digelar di tengah pandemi virus corona.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.