Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

6 Catatan Penting Guru, 2 Minggu Ini Kita Belajar di Rumah...

Kompas.com - 02/04/2020, 18:46 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Diannita Ayu Kurniasih

KOMPAS.com - Dilaksanakannya pembelajaran di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19, merupakan tantangan baru untuk kami para guru. Pembelajaran daring (dalam jaringan atau online) menjadi pola baru yang membuat guru harus belajar kembali.

Mengubah pola belajar dari tatap muka langsung menjadi daring memang tidak mudah. Pembelajaran daring yang paling mudah adalah pemberian tugas melalui grup WA paguyuban kelas yang pemantauannya juga dilakukan melalui grup WA tersebut.

Beberapa guru ada juga yang menggunakan aplikasi rumah belajar, Google Classroom, Webex, Zoom Cloud Meeting, dan masih banyak lainnya.

Setidaknya ada 4 hal menjadi catatan penting terkait pembelajaran di rumah yang telah berjalan lebih dari 2 minggu ini:

Baca juga: Tetap Perhatikan Pendidikan Keagamaan Siswa Saat Belajar di Rumah

1. Minim pengalaman online learning

Mengingat minimnya pengalaman guru dalam menyediakan pembelajaran online, ada beberapa kendala yang dihadapi.

Kebanyakan model belajar jarak jauh yang diberikan adalah berupa pemberian tugas, sehingga, tidak sedikit wali murid yang mengeluh karena beban belajar yang banyak dari para guru.

Selain itu, tidak semua siswa mempunyai alat komunikasi, sehingga pembelajaran daring tidak bisa diakses.

Pemantauan proses pembelajaran daring juga lebih sulit karena biasanya siswa hanya mengirimkan hasil akhir sebagai produk penugasan. Proses mencapai keberhasilan proyek tidak ada dalam rancangan pembelajaran yang disediakan guru.

2. Jangan membebani siswa

Hal penting yang perlu diperhatikan guru dalam pemberian tugas hendaknya tidak terlalu membebani siswa atau orangtua.

Guru harus kreatif dalam menentukan tugas dan memilih jenis tagihan yang diharapkan. Jika hanya mengerjakan soal atau meringkas buku bisa menjadi beban untuk siswa.

Buat penugasan yang membuat siswa tetap kreatif dalam belajar.

Misalnya menulis cerita kegiatan di rumah, merancang jadwal kegiatan harian di rumah bersama orangtua, reportase kegiatan memasak, menulis laporan percobaan atau pengamatan, membuat cergam (cerita bergambar), membuat permainan bersama keluarga, dan lain sebagainya.

Bagi siswa tidak memiliki alat komunikasi atau keterbatasan signal HP, maka tugas manual bisa dilakukan. Misalnya, memanfaatkan buku paket atau lembar kerja yang dibuat sendiri oleh guru. Yang terpenting tetap menfasilitasi dan mendorong siswa untuk belajar dari rumah.

3. Kreatifitas tugas

Variasi penugasan juga dapat diberikan dengan memperhatikan tema-tema yang dekat dengan siswa dan orangtua.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com