Kompas.com - 02/04/2020, 17:02 WIB
Sekolah berkoordinasi dengan orangtua siswa tetap memberikan pelajaran bahasa Arab dan tajwid secara online untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan melatih kemampuan siswa membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

DOK. SEKOLAH CAHAYA RANCAMAYA BOGORSekolah berkoordinasi dengan orangtua siswa tetap memberikan pelajaran bahasa Arab dan tajwid secara online untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan melatih kemampuan siswa membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

KOMPAS.com - Untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona, Kemendikbud menetapkan kebijakan belajar dari rumah dengan mengadopsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar proses belajar mengajar dapat tetap berjalan.

Eko Sugiyanto, Kepala Sekolah Cahaya Rancamaya Bogor menyampaikan bagi Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Bogor dalam menghadapi dampak wabah Covid 19 tidak ada kata berhenti belajar.

"Karena sejatinya setiap orang adalah guru, setiap tempat dan keadaan adalah sekolah,” tegasnya.

Ia menyampaikan, sekolah yang ia pimpin tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan sistem online (daring) selama dua pekan ini, dimulai Senin, 16 Maret hingga Sabtu, 11 April dan masih dapat diperpanjang disesuaikan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Belajar di Rumah, Ini 6 Tips Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

 

Persiapkan guru dan siswa

"Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini sebagai upaya pihak sekolah dalam mengikuti instruksi pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia," jelas Eko.

Hal merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

Selain itu, pihak sekolah mengikuti Surat Edaran Walikota Bogor Nomor: 061/1169 – Umum tentang perpanjangan masa belajar di rumah bagi peserta didik SMP/SMA di Kota Bogor.

Selama masa pembelajaran jarak jauh, guru dan staf melanjutkan pekerjaan seperti biasa di rumah masing-masing.

Lebih jauh Eko menyampaikan pihaknya telah mempersiapkan dengan baik dalam memberikan sistem belajar online. Sebelumnya, sekolah telah memberikan training bagi guru-guru dalam menghadirkan pembelajaran digital.

Para siswa juga sudah dibiasakan untuk mengikuti pembelajaran dan penilaian secara online seperti pelaksanaan try-out UN bagi siswa kelas 9 dan 12 berbasis Computer-based Test.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X