Belajar dari Rumah, Begini Cara Belajar Siswa PAUD Rumah Main Cikal

Kompas.com - 01/04/2020, 14:52 WIB
Ilustrasi murid Rumah Main Cikal. Dok. CikalIlustrasi murid Rumah Main Cikal.

 

Bermain Aktif, Belajar Kreatif

Meskipun belajar secara daring, guru-guru di Rumah Main Cikal tetap mendorong murid-murid bermain secara aktif bersama orang tua, dan belajar menjadi individu yang kreatif.

Hal itu terlihat dengan pembuatan program belajar yang menarik di setiap harinya, seperti belajar berhitung dengan engklek, bermain playdough, melakukan conference call, membuat boneka tangan dengan kaos kaki yang sudah tak terpakai, dan lain sebagainya.

Gilang Puspasari, salah satu pengajar kelas Kakak-Kakak (usia 2-3 tahun) di Rumah Main Cikal Serpong, menceritakan pengembangan program belajar bersama orang tua di rumah dengan membuat boneka tangan.

“Dalam proses belajar daring di kelas Kakak-Kakak untuk program aku sebagai warga dunia. anak-anak diberikan kegiatan berupa bermain boneka tangan menggunakan kaos kaki bekas bersama orang tua. Saat berkegiatan orang tua dapat merekam atau mengambil gambar lalu dimasukan ke dalam komentar pada platform belajar yang digunakan.” jelasnya.

Selain membuat boneka tangan, ada juga kegiatan belajar menggunakan fasilitas restoran di rumah.

“Kami meminta murid melakukan role play di rumah tentang tata cara menggunakan fasilitas restoran bersama orang tua.” tambah Gesta.

Setiap kegiatan tentunya mendorong anak-anak untuk tetap aktif meski di rumah dan tetap mengembangkan kompetensinya yakni menjadi kreatif.

Orang tua Turut Belajar bersama Anak

Proses belajar Rumah Main Cikal secara daring turut mendorong antusiasme orang tua untuk mendampingi anak-anaknya dan juga belajar bersama. Kegiatan bekerja dari rumah juga menjadi salah satu alasan keikutsertaan orang tua untuk turut belajar bersama anak-anak.

Rendra Purnama memaparkan bahwa orang tua turut berpartisipasi aktif dalam proses belajar online anak-anak mereka, bahkan mengapresiasi pembuatan konten belajar yang kreatif dari guru-guru di Rumah Main Cikal.

“Sejauh ini, beberapa orangtua yang menyampaikan langsung antusiasmenya dengan mengirimkan video saat anak-anak mereka berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan belajar online Rumah Main Cikal melalui Sekolahmu. Orangtua menanggapinya dengan positif, bahkan tidak segan untuk memuji guru yang sangat berperan dalam perkembangan anak-anak mereka,” ucapnya.

Baca juga: Virus Corona, Najelaa Shihab: Sekolah Cikal Perbanyak Online Learning

Proses belajar bagi anak usia dini secara online di rumah saat Covid-19 ini menjadi sebuah langkah yang tepat untuk pengembangan proses belajar digital di tingkat pra-sekolah.

“Dalam kondisi seperti ini, pembelajaran online bagi anak usia dini saya rasa tepat sekali.” ujar Realine Tiurma, pengajar di Rumah Main Cikal Cilandak.

Sebagai Komunitas Pelajar Sepanjang Hayat, Cikal selalu berupaya untuk tetap mempertahankan hak murid sebagai subyek pendidikan agar tetap belajar dalam kondisi apapun.

Melalui dukungan teknologi, proses belajar di Rumah Main Cikal atau pun Sekolah Cikal tetap berupaya menyediakan program belajar bagi murid dengan konten yang berkualitas.

“Semoga permulaan ini jadi langkah yang baik untuk pembelajaran berbasis digital untuk pra- sekolah.” tutup Gilang Puspasari atau yang lebih dikenal dengan Tante Lala, pengajar di Rumah Main Cikal Serpong.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X