Kompas.com - 28/03/2020, 13:01 WIB
Bilik sterilisasi ciptaan Dosen Kimia UPI. DOK.UPIBilik sterilisasi ciptaan Dosen Kimia UPI.
|

KOMPAS.com - Bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi penyebaran virus corona atau Covid-19. Agar virus tak menyebar luas, maka pemerintah memberikan imbauan pada masyarakat.

Selain rajin cuci tangan pakai sabun, masyarakat juga diimbau untuk melaksanakan social distancing. Presiden Joko Widodo juga mengimbau masyarakat untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah.

Hanya saja, bagaimana jika seseorang tetap harus beraktivitas ke luar rumah. Maka dibutuhkan cara agar orang itu bisa terhindar dari virus corona.

Baca juga: Begini Peta Persebaran Corona di Jatim Ciptaan Akademisi ITS

Karena itu diperlukan suatu cara untuk melakukan sterilisasi ketika seseorang ingin memasuki suatu ruangan.

Berteknologi nanopartikel

Salah satu Dosen Kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng. yang merupakan salah satu peneliti yang sudah lebih dari belasan tahun berkecimpung di bidang teknologi nanopartikel, membuat suatu alat.

Apa alat itu? Ternyata Dr Asep membuat bilik sterilisasi berteknologi nano. Perancangan bilik ini tak lepas dari kerjasama Asep Bayu dengan timnya yaitu Robby Antonious, Andi Rustandi, dan Arif Iskandar Akbar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tujuan dibuatnya alat itu untuk mengatasi permasalahan tentang kebutuhan pentingnya sterilisasi dari virus dan bakteri.

Tidak membuat basah

Menurut Dr Asep, cara kerja alat ini cukup sederhana. Yakni seseorang hanya perlu masuk dalam bilik selama 10-20 detik, lalu disemprotkan dengan mist dari sterilisator.

Setelah itu keluar dalam keadaan tersanitasi. Artinya, seseorang sudah disemprot dengan disinfektan dan keluar dalam keadaan steril.

Baca juga: Akademisi UGM Teliti Tumbuhan Indonesia Ini Cegah Corona

"Berbeda dengan bilik sterilisasi yang ada saat ini, tapi hasil dari teknologi nano ini mengakibatkan seseorang yang masuk dan disterilisasi tidak basah," ujar Asep Bayu seperti dikutip dari laman resmi UPI, Sabtu (28/3/2020).

Tentu ini karena teknologi yang digunakan Asep dan timnya ialah dengan nanopartikel. Jadi semprotan disinfektannya sangat lembut dan tidak membuat basah.

Hanya saja, dia juga tetap berharap bahwa masyarakat untuk tidak banyak melakukan pergerakan atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengurangi resiko tertular dan menularkan Covid-19 ini.

Sedangkan sistem peralatan ini diharapkan dapat memberikan suatu solusi untuk mengurangi risiko adanya bakteri atau kuman yang menempel pada pakaian atau benda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.