Kemenristek Kucurkan Dana Rp 20 Miliar untuk Riset dan Inovasi Penanganan Corona

Kompas.com - 27/03/2020, 07:00 WIB
Gambar selebaran tanpa tanggal yang diambil dan ditingkatkan warnanya di National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Fasilitas Riset Terpadu (IRF) di Fort Detrick, Maryland, AS dan yang disediakan oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan warna pemindaian mikrograf elektron dari sel apoptosis (biru) yang terinfeksi partikel virus SARS-COV-2 (merah), diisolasi dari sampel pasien (dikeluarkan 24 Maret 2020). EPA-EFE/NIAID/NATIONAL INSTITUTES OF HEALTH HANDOUT  HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES NIAID/NATIONAL INSTITUTES OF HEAGambar selebaran tanpa tanggal yang diambil dan ditingkatkan warnanya di National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Fasilitas Riset Terpadu (IRF) di Fort Detrick, Maryland, AS dan yang disediakan oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan warna pemindaian mikrograf elektron dari sel apoptosis (biru) yang terinfeksi partikel virus SARS-COV-2 (merah), diisolasi dari sampel pasien (dikeluarkan 24 Maret 2020). EPA-EFE/NIAID/NATIONAL INSTITUTES OF HEALTH HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES

KOMPAS.com - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengalokasikan anggaran Rp 20 miliar untuk kegiatan terkait riset dan inovasi dalam mengatasi wabah corona (Covid-19).

Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan teknologi, dan inovasi untuk menghasilkan alat deteksi, obat hingga, vaksin yang dibutuhkan dalam mengatasi corona.

"Rp 20 miliar justru untuk penelitian baik untuk test kit atau perangkat pemeriksaan cepat Covid-19, suplemen, obat, demikian juga vaksin di samping kajian epidemiologi maupun sosial," kata Menristek Bambang Brodjonegoro, seperti dikutip Antara.

Menurut Bambang, dana tahap awal itu setidaknya sudah dapat mendukung konsorsium Covid-19 untuk memulai kegiatan sesuai tugas dan tanggung jawabnya dalam menghasilkan alat deteksi, obat, hingga vaksin corona.

Dana itu berasal dari anggaran dan belanja rutin perjalanan dinas, di antaranya dari Kementerian Riset dan Teknologi dan lembaga negara non-kementerian di bawahnya.

Dana tersebut dialokasikan untuk mendanai kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan dalam penanganan corona di Tanah Air.

Nantinya akan ada penambahan anggaran terhadap alokasi dana awal tadi yang bisa digunakan untuk mendukung produksi massal pembersih tangan (hand sanitizer) dan bilik antikuman.

Baca juga: Akademisi ITB: Penyembuhan Corona Butuh Penelitian Lanjutan dari Kunyit dan Temulawak

Dalam masa pandemik corona, alat deteksi, obat, hingga vaksin dibutuhkan agar bisa mengatasi penyakit yang mewabah ini

Untuk mempercepat pengembangan produk itu di dalam negeri, tidak hanya penelitian dan pengembangan dikerjakan, tetapi dapat dilakukan upaya kaji terap dan reverse engineering.

Upaya tersebut bisa dengan mempelajari produk-produk yang mungkin sudah muncul terlebih dahulu di saat Indonesia masih mengerjakannya, seperti alat deteksi cepat corona dan obat-obatan yang diklaim mampu membantu penyembuhan pasien corona.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X