Alat Pelindung Diri Langka, UGM Kembangkan Purwarupa Seperti Ini

Kompas.com - 26/03/2020, 09:16 WIB
Alat purwarupa yang dikembangkan CIMEDs UGM. DOK.UGMAlat purwarupa yang dikembangkan CIMEDs UGM.
|

KOMPAS.com - Virus corona atau Covid-19 di Indonesia penyebarannya terus meningkat. Hingga kini jumlah pasien terjangkit virus corona ada ratusan.

Tak heran jika kebutuhan Alat Pelindung Diri ( APD) untuk tenaga medis juga meningkat. Bahkan ada beberapa rumah sakit yang kekurangan APD.

Karena itu, CIMEDs (Center for Innovation of Medical Equipments and Devices) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ( UGM) membuat purwarupa pelindung wajah (face shield).

Baca juga: 18 Herbal Pendongkrak Imun Tubuh dari Akademisi UGM

Adapun purwarupa pelindung wajah ini diperuntukan untuk para tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien virus corona.

Menurut Ketua Tim Peneliti CIMEDs, Dr. Suyitno, ST., M.Sc., pelindung wajah ini untuk melindungi tenaga medis dari percikan cairan maupun hembusan nafas secara langsung dari pasien pengidap Covid-19.

Purwarupa ini juga berguna bagi para tenaga yang berhadapan langsung dengan barang-barang yang membahayakan bagi tubuh terutama muka.

"Pelindung wajah dari CIMEDs dirancang dengan mengikuti petunjuk deskripsi dan spesifikasi yang ada di Personal protective equipment for use in a filovirus disease outbreak yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO)," ujar Suyitno, mengutip laman resmi UGM, Kamis (26/3).

Terbuat dari plastik bening

APD buatan UGM ini dibuat dari plastik bening dan bisa untuk melihat dengan baik. Selain itu, pelindung muka ini menggunakan tali atau band yang bisa disesuaikan dengan ukuran kepala dan nyaman pada bagian dahi.

Suyitno membuat alat itu mengacu dari deskripsi standar WHO. Namun purwarupa itu akan lebih baik jika dibuat yang anti kabut dan mampu menutup keseluruhan sisi dan sepanjang muka.

"Jika begitu maka bisa untuk dipakai lagi kalau material yang dipakai tahan lama dan bisa dibersihkan, tapi bisa juga sekali pakai saja," ucapnya.

Diproduksi 75 buah

Hingga kini, purwarupa telah diproduksi sebanyak 75 buah dan telah diujicobakan kepada tenaga medis dengan berbagai komentar dan masukan.

"Kita telah melakukan beberapa perbaikan. Purwarupa ini tentunya akan kita sebarkan kepada tenaga medis yang membutuhkan. Jika kemudian nanti banyak permintaan akan diupayakan melalui donatur," ujarnya.

Baca juga: Cegah Corona, Mahasiswa FT UB Ciptakan Bilik Antiseptik

Dikatakan, CIMEDs terus fokus dalam berbagai kegiatan penelitian. Terlebih untuk alat-alat seperti ini, yaitu pada pengembangan alat dan piranti kesehatan guna mengatasi kelangkaan APD.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X