UN 2020 Dibatalkan, Nadiem: Sebagian Anggaran UN 2020 Direalokasi untuk Penanganan Corona

Kompas.com - 24/03/2020, 17:34 WIB
Sejumlah siswa menyimak pengarahan terkait ditundanya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Pariwisata Dalung, Badung, Bali, Senin (16/3/2020). Pemerintah Provinsi Bali memutuskan untuk menunda pelaksanaan UNBK jenjang SMK di seluruh wilayah Bali sampai dengan batas waktu yang belum ditetapkan sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran COVID-19 atau virus Corona di lingkungan satuan pendidikan. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFSejumlah siswa menyimak pengarahan terkait ditundanya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Pariwisata Dalung, Badung, Bali, Senin (16/3/2020). Pemerintah Provinsi Bali memutuskan untuk menunda pelaksanaan UNBK jenjang SMK di seluruh wilayah Bali sampai dengan batas waktu yang belum ditetapkan sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran COVID-19 atau virus Corona di lingkungan satuan pendidikan.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merealokasi anggaran UN 2020 untuk penanganan wabah corona di sektor pendidikan. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

"Kami melakukan berbagai realokasi untuk anggaran (UN 2O20). Ada beberapa aktivitas yang sudah kita tahu yaitu volunter mahasiswa kesehatan untuk edukasi, tracing," kata Nadiem
dalam jumpa pers secara online di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Nadiem menyebutkan realokasi anggaran UN 2020 digunakan untuk penanganan wabah corona dan juga mendukung kegiatan pembelajaran online. Menurut Nadiem, realokasi anggaran di Kemendikbub sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

"Dana (realokasi) dari UN itu tak hanya untuk pelaksanaan di lapangan dan sebagian untuk assement kompetensi piloting tahun depan," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: UN 2020 Resmi Dibatalkan

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na'im mengatakan mayoritas realokasi anggaran Kemendikbud berasal dari meeting, events, dan perjalanan dinas. Realokasi anggaran digunakan untuk membantu rumah sakit di lingkungan pendidikan untuk membantu pencegahan, pengetesan, dan penelusuruan wabah corona.

"Sementara kita sudah realokasi total ada Rp 300 miliar tapi ini kita sedang exercise lagi bisa lebih dari itu sehingga bisa mencapai Rp 400 atau Rp 500 miliar. Untuk detil UN memang sebagian sudah dipakai, sisanya untuk persiapan asesmen tahun depan," ujarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X