UN Dibatalkan, Begini Tanggapan Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA di DIY

Kompas.com - 24/03/2020, 13:12 WIB
Peserta mengerjakan soal Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) di SMK PGRI 3 Malang, Jawa Timur, Senin (16/3/2020). Guna mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19), Pemerintah Provinsi Jatim memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah kecuali pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang tetap berlangsung sesuai jadwal. ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTOPeserta mengerjakan soal Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) di SMK PGRI 3 Malang, Jawa Timur, Senin (16/3/2020). Guna mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19), Pemerintah Provinsi Jatim memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah kecuali pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang tetap berlangsung sesuai jadwal.
|

KOMPAS.com - Dalam rapat terbatas dengan pembahasan Ujian Nasional (UN), Selasa (24/3/2020), Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan secara resmi UN dibatalkan.

Pembatalan UN ini tentu karena bagian dari sistem respon wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Tentu juga sebagai upaya untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyat.

"Keputusan ini sebagai bagian dari sistem respon wabah Covid-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat," kata Fadjroel Rachman, Juru Bicara Presiden RI dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS: UN 2020 Resmi Dibatalkan

Tanggapan kepala sekolah di DIY

Menanggapi keputusan Presiden Jokowi tersebut, beberapa kepala sekolah SD, SMP, dan SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan tanggapan terkait UN dibatalkan tersebut.

Menurut Kepala SMAN 1 Pakem Sleman DIY, Kristya Mintarja, UN ditiadakan menjadi solusi yang tepat dengan kondisi penyebaran virus corona di Indonesia saat ini.

"Kalau melihat situasi yang semakin tidak terkendali, saya sangat setuju. Sudah satu Minggu anak tidak masuk, kita tidak tahu selama seminggu apakah mereka mematuhi prosedur untuk tinggal di rumah apa tidak," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

"Nanti, kalau ada yang tidak patuh bisa jadi malah bisa fatal akibatnya. Kalau ada yang terpapar virus corona bagaimana nantinya," imbuhnya lagi.

Hal sama juga diungkapkan Kepala SMPN 1 Yogyakarta Niken Sasanti. UN dibatalkan menjadi keputusan yang bijak.

"Saya pikir itu sebuah keputusan yang bijak. Kita tidak tahu siapa saja yang membawa virus, kita tidak bisa menjamin bahwa murid-murid dan guru akan aman saat melaksanakan UNBK," katanya kepada Kompas.com.

Terkait untuk teknis penilaiannya, Niken menyatakan bahwa penilaian bisa diserahkan ke sekolah masing-masing. Pihaknya juga siap karena memang tugas guru untuk melakukan pembelajaran sekaligus menilai siswa.

Baca juga: Ratas Kepastian UN, Presiden Jokowi: UN 2020 Ditiadakan

Sementara itu, Kepala SD Kanisius Sorowajan Bantul DIY, Anna Maria Wahyuni juga setuju UN dibatalkan. Untuk nilai kelulusan bisa diambil dari rata-rata rapor dan Ujian Sekolah melalui Tingkat Yayasan/Mandiri Sekolah.

"Secara psikis anak-anak tidak akan terbebani memikirkan 3 mata pelajaran yang diujian kan.
Nilai UN yang biasanya dipakai untuk syarat pendaftaran masuk SMP terlebih yang akan ke SMP Negeri sekarang juga sudah dimudahkan dengan adanya sistem zonasi," jelasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X