Akademisi UGM: Begini Pola Hidup Sehat Lawan Corona, Salah Satunya Makan "Kimpul"

Kompas.com - 24/03/2020, 08:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|

KOMPAS.com - Masyarakat di Indonesia hingga kini masih terus waspada terkait penyebaran virus corona atau Covid-19 di beberapa daerah. Tak salah jika pemerintah menerapkan social distancing.

Social distancing adalah berdiam diri di rumah dan menghindari bertemu dengan banyak orang. Atau seperti kata Presiden Jokowi, masyarakat diimbau kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah.

Tak kalah penting, masyarakat juga harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Namun, banyak masyarakat yang kemudian panik dan mengonsumsi berbagai multivitamin, suplemen dan empon-empon.

Baca juga: Akademisi ITB: Penyembuhan Corona Butuh Penelitian Lanjutan dari Kunyit dan Temulawak

Beberapa pertanyaan yang berseliweran di media sosial menanyakan bagaimana cara pencegahan terhadap infeksi Covid-19 dengan konsumen yang dikonsumsi sehari-hari.

Melansir laman resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ( UGM), masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat sudah cukup untuk mengaktifkan sistem imun tubuh.

Dari tulisan apt. Ika Puspitasari, M.Si., PhD (Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Dosen Departemen Farmakologi & Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM) di laman tersebut, untuk mengaktifkan sistem imun tubuh antara lain:

  • Pola makan dengan gizi seimbang
  • Minum air putih sedikitnya 6 gelas/hari
  • Olahraga setidaknya 3 kali dalam seminggu (minimal 30 menit)
  • Menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan yaitu mandi setiap hari
  • Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setiap kali akan makan/minum dan keluar dari kamar mandi
  • Istirahat/tidur yang cukup (6-8 jam/hari).

Termasuk di dalam pola hidup sehat yaitu menghindari stress akibat kepanikan dalam menyikapi wabah Covid-19 ini.

Pola makan gizi seimbang

Untuk pola makan dengan gizi seimbang yang dimaksud ialah makan sumber makanan yang bervariasi, mengurangi garam, gula serta makanan mengandung lemak jenuh.

Sumber makanan yang bervariasi yang direkomendasikan antara lain:
Makanan pokok sebagai sumber karbohidrat sesuai dengan kekayaan lokal berupa nasi (diperbanyak nasi dengan indeks glisemik rendah hingga menengah),
Umbi-umbi lokal yang merupakan makanan tinggi serat sebagai prebiotik.

Baca juga: Akademisi Unpad Kupas Ragam Obat Tradisional di Naskah Sunda Kuno

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X