4 Ide Keren Belajar di Rumah bersama Guru dan Orangtua agar Siswa Tidak Stres

Kompas.com - 19/03/2020, 13:56 WIB
Ratih, siswa kelas VIII-B SMPN 4 Lumajang, Jawa Timur sedang mewawancarai orangtuanya tentang pencegahan covid-19. Ia mendapat tugas dari guru IPS membuat pertanyaan dan mewawancarai keluarga di rumah cara mencegah agar tidak tertular virus covid-19. DOK. TANOTO FOUNDATIONRatih, siswa kelas VIII-B SMPN 4 Lumajang, Jawa Timur sedang mewawancarai orangtuanya tentang pencegahan covid-19. Ia mendapat tugas dari guru IPS membuat pertanyaan dan mewawancarai keluarga di rumah cara mencegah agar tidak tertular virus covid-19.

“Saya membuat vlog karena sebelumnya tugas tertulis yang diberikan ke WA group paguyuban kelas banyak sekali pertanyaan. Ternyata pemberian tugas melalui video orangtua dan siswa lebih mudah memahaminya,” jelas Krista.

Seperti video tugas percobaan menguji kandungan amilum atau zat tepung pada beberapa jenis makanan dan sayuran. Krista membuat video tutorialnya dan dikirimkan ke WA group paguyuban kelas.

Alat dan bahannya menggunakan makanan dan sayuran yang ada di rumah. Untuk pendeteksi indikator amilum, guru menggunakan iodine yang ada di dalam obat antiseptik.

Baca juga: Belajar di Rumah, Nadiem: Siswa Bisa Tur Virtual Museum di Aplikasi Google

 

Kalau makanan atau sayuran yang sudah dilembutkan ditetesi iodin berubah warna menjadi biru maka mengandung amilum.

Yang menarik, siswa juga membuat video untuk tugas yang memerlukan penilaian kinerja atau produk. “Seperti video percobaan IPA, membaca puisi, atau membuat percakapan anak dan orangtua cara mencegah virus corona dalam bahasa Jawa,” kata Krista.

4. Pembelajaran daring dan belajar aktif

Untuk membuat siswa aktif belajar di rumah, Roro Suindah Wijayanto bersama para guru SMPN 4 Lumajang, Jawa Timur, mulai memanfaatkan fasilitas Google Form yang dikompilasi dengan Google Classroom.

Setelah tahu akan ada pengumuman libur sekolah karena Covid-19, Roro bersama para guru langsung mempelajari tutorialnya dari Youtube. Ternyata tidak sulit.

“Menyiapkan materi pembelajaran dengan Google Form, justru lebih efektif dan lebih cepat bisa dibagikan kepada siswa. Satu desain pembelajaran daring juga bisa dipakai untuk beberapa kelas,” kata Roro.

Melalui Google Form, guru bisa memasukkan materi pembelajaran, video untuk memvisualkan materi pembelajaran, dan lembar kerja yang membuat siswa juga melakukan pembelajaran aktif.

Baca juga: Panduan 5 Tahap Proses Belajar di Rumah untuk Sekolah dan Orangtua

Misalnya pada pembelajaran IPS. Siswa diminta membaca informasi tentang Covid-19. Lalu mereka ditugaskan membuat pertanyaan dan mewawancarai orangtua atau keluarganya di rumah tentang cara mencegah tertular virus covid-19.

Lalu siswa membuat laporan wawancara yang langsung diunggah dalam Google Classroom dan akan mendapat umpan balik dari guru.

Pembelajaran daring ini, menurut Roro sangat bagus. Hanya bermasalah untuk siswa yang tidak memiliki telepon seluler atau akses internet.

“Dari 222 siswa kami, ada 25 siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring ini. Solusinya kami memberikan tugas pada siswa dengan berpandu pada buku paket agar mereka juga. Tugasnya akan dikumpulkan saat masuk kelas,” kata Roro lagi.

 

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X