7 Anak Muda dari Indonesia Timur Terima Beasiswa Pendidikan Dokter di Universitas Atmajaya Jakarta

Kompas.com - 10/03/2020, 20:19 WIB
Pastor Kees Bertens (Pojok Kiri) dan Rektor Unika Atma Jaya (Dr. Agustinus Prasetyantoko (Pojok Kanan) berfoto bersama dengan para penerima beasiswa DUIT Dok. Humas AtmajayaPastor Kees Bertens (Pojok Kiri) dan Rektor Unika Atma Jaya (Dr. Agustinus Prasetyantoko (Pojok Kanan) berfoto bersama dengan para penerima beasiswa DUIT

KOMPAS.com - Rektor Unika Atma Jaya, Dr. Agustinus Prasetyantoko bersama tujuh mahasiswa dari Indonesia Timur melakukan penandatanganan dokumen perjanjian kesepakatan terkait Beasiswa program Dokter untuk Indonesia Timur (DUIT) di Kantor Notaris Titik Irawati, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Dr. Agustinus mengatakan bahwa program ini sengaja dibuat agar membantu putra-putri dari Indonesia Timur dapat mengemban Pendidikan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Atma Jaya Jakarta (FKIK UAJ).

"Program ini memang dibentuk agar putra-putri dari wilayah timur Indonesia mendapatkan akses pendidikan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya,” kata Dr. A. Prasetyantoko dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Selain itu, Dr. Agustinus juga mengungkapkan, “Diharapkan nantinya pasca lulus studi dapat berkarya dan membangun sektor kesehatan di wilayah timur Indonesia atau di daerahnya masing-masing yaitu Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ini adalah tugas mulia bagi kalian dan semangat ini yang harus terus dimaknai.”

Baca juga: Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Selain Rektor, hadiri pula Pastor Kees Bertens, M.S.C sebagai pengagas dan pengelola dari program beasiswa tersebut, beserta Fransisca Indah Tri Utami, S.T. selaku Kepala Kantor Beasiswa Unika Atma Jaya.

Ketujuh mahasiswa yang menerima beasiswa DUIT adalah Gregorius Surya Justitia Widodo asal Abepura, Carl Ray Kalla Sombuk asal Manokwari, Maria Gabriela Kedang asal Lembata, Mela Dina Marie Bame asal Sorong, Maria Anggi Sylvani asal Marauke, dan Maria Rosa Mistika Ole asal Sumba.

Salah satu siswa penerima beasiswa, Maria Anggi Sylvani mengatakan "Beasiswa ini sangat membantu saya dan teman-teman dari Indonesia Timur juga, terutama dalam menggapai cita-cita kami menjadi dokter. Dan ini akan menjadi tujuan yang mulia buat kami karena ketika lulus kami akan bertugas di daerah kami dalam pelayanan kesehatan masyarakat."

Sementara, Widodo salah satu orang tua siswa yang menerima beasiswa mengungkapkan beasiswa ini mewujudkan impian anaknya untuk mengenyam pendidikan di universitas swasta terbaik.

Ia berharap melalui program ini dapat memenuhi kebutuhan dokter di wilayah Timur Indonesia.

"Saya sangat terbantu karena anak saya dapat mengenyam pendidikan di Unika Atma Jaya yang kita tahu bahwa Unika Atma Jaya merupakan perguruan tinggi swasta terbaik, dan dokter-dokter di Jayapura kebanyakan lulusan dari Unika Atma Jaya. Dengan adanya program beasiswa ini, jumlah dokter yang ada di wilayah timur Indonesia bisa ter-cover dan terpenuhi" ungkap Widodo.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X