Aplikasi Buatan Dosen Universitas Brawijaya Masuk 100 Terbaik di Dunia

Kompas.com - 07/03/2020, 20:50 WIB
Aplikasi buatan dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik UB, Dr. Eng. Fadly Usman, ST., MT., terpilih menjadi satu dari 100 startup terbaik dunia yang diikuti 170.000 peserta dari 166 negara. Dok. Universitas BrawijayaAplikasi buatan dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik UB, Dr. Eng. Fadly Usman, ST., MT., terpilih menjadi satu dari 100 startup terbaik dunia yang diikuti 170.000 peserta dari 166 negara.

KOMPAS.com - Aplikasi buatan dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jawa Timur, Dr. Eng. Fadly Usman, ST., MT., terpilih menjadi satu dari 100 startup terbaik dunia yang diikuti 170.000 peserta dari 166 negara.

Masuk menjadi satu persen top applicant, ia berhak mengikuti Startup Istanbul Full Program pada tanggal 14-16 April 2020 mendatang.

Aplikasi yang dibawa Dr.Eng Fadly tersebut bernama FRESH FOOD. Aplikasi ini membantu petani untuk bisa menjual produk pertaniannya langsung ke konsumen.

“Bentuknya seperti e-marketplace, tetapi tetap dalam kontrol, tidak sebebas yang ada di pasaran seperti saat ini,” terang Dr. Fadly seperti dikutip dari website Universitas Brawijaya.

Ia melanjutkan, aplikasi FRESH FOOD memberdayakan petani lokal, mereka harus bekerjasama dengan kelompok tani. Saat ini, aplikasi FRESH FOOD bekerjasama dengan belasan Kelompok Tani di Batu.

Baca juga: Universitas Brawijaya Masuk Peringkat 300 Besar Dunia Versi QS World

Ada empat fitur yang disiapkan dalam aplikasi yaitu Fresh Food, membeli hasil pertanian berupa buah/sayur langsung ke petani dengan harga terbaik, kedua Smart Farming, membantu petani untuk membuat pertanian pintar mereka.

Fungsi ketiga yaitu e-learning, penyampaian informasi terkait bagaimana cara menanam yang baik, bahkan tren pertanian dunia disampaikan dalam e-learning pertanian, dan keempat e-shopping, petani dan pemakai aplikasi dapat membeli peralatan pertanian melalui aplikasi seperti membeli bibit, mini traktor, tanki air, sensor, kamera cctv, dan sebagainya.

“Untuk smart farming, kami akan fasilitasi pertanian mereka dengan sensor, CCTV, dan banyak lagi peralatan seperti tanki air untuk penyiraman, dan sebagainya. Petani bisa melihat dan mengontrol lahan pertanian mereka dalam satu interface,” katanya.

Ia berharap aplikasi ini dapat diterapkan oleh khalayak ramai. Maret ini timnya akan menanam bawang putih seluas 20 hektar dan dua hektarnya akan disematkan teknologi smart farming.

Untuk keperluan smart farming, Dr. Fadly dibantu oleh Dosen Teknik Elektro UB, Eka Maulana, ST., MT., M.Eng. dan Dosen Fakultas Pertanian UB, Dr.Agr.Sc. Hagus Tarno, SP., MP.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X