Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah Mahasiswa Unesa, Model Disabilitas yang Dirikan Sekolah Khusus Difabel

KOMPAS.com - Menjadi seseorang yang memiliki kekurangan bukan menjadi alasan untuk berdiam diri dan menjalani hidup tanpa prestasi.

Meski memiliki kekurangan fisik atau kekurangan lainnya, kamu masih bisa berkarya, berkreasi bahkan bisa membantu sesama untuk mewujudkan impiannya.

Seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri.

Mahasiswa angkatan 2020 prodi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa ini masuk dalam daftar 10 perempuan dan lembaga inspiratif tahun ini.

Terpilih jadi perempuan inspiratif

Fira yang merupakan penyandang disabilitas tuli ini terpilih sebagai perempuan inspiratif dalam kategori pendidikan (perorangan) karena memiliki catatan prestasi yang membanggakan.

Perempuan asal Surabaya itu memiliki hobi modeling dan sudah banyak prestasi dalam bidang modeling.

Di usia belia, Fira sudah mengantongi berbagai kejuaraan seperti juara 1 Putra Putri Fashion Jawa Timur 2021, menjadi Duta Fashion Anak Berkebutuhan Khusus, juara favorit Putra Putri Batik Bordir Jawa Timur, juara harapan 3 Top Model Competition dan beberapa prestasi lainnya.

Bahkan Fira juga berkesempatan mewakili Indonesia dalam Discover Indonesia, Cultural Performance and Fashion Show di Turki Desember 2021 lalu.

Fira ternyata tak ingin berprestasi sendiri. Semangatnya menembus batas harus ditularkan dan dimiliki anak-anak lain.

Disabilitas tak jadi alasan untuk tidak berprestasi

Dia ingin berbagi kemampuannya dalam bidang modeling kepada orang lain. Terutama bagi teman-temannya yang juga menyandang disabilitas. Menurutnya, disabilitas tidak boleh menjadi alasan untuk tidak berkarya-berprestasi.

"Disabilitas harus menjadi alasan untuk terus belajar, berkarya dan meraih banyak prestasi," kata Fira seperti dikutip dari laman Unesa, Minggu (26/6/2022).

Guna mewujudkan itu, di sela-sela kesibukan kuliahnya, Fira mengajar di sekolah fashion yang ia dirikan bersama ibunya beberapa waktu lalu.

Sekolah ini diberi nama Fira Modelling Disabilitas (FMD) Surabaya. Sekolah tersebut khusus bagi para penyandang disabilitas yang ingin belajar dan mengembangkan minat bakat serta kemampuan dalam bidang modeling. FMD berada di dua lokasi, Grand City Surabaya dan satu lagi ada di Malang.

"Lewat sekolah itu, diajari tidak hanya fashion, tetapi juga ada kelas dancing, tari dan masih banyak lagi. Saya dibantu ibu, tetapi saya harus pandai membagi waktu, ya kuliah, ngajar dan kerja," papar Fira.

Tips jadi mahasiswa produktif dan berprestasi

Fira memiliki beberapa kiat menjadi pribadi yang produktif dan berprestasi, yakni:

  • Yakin dan selalu mencoba sesuatu yang baru.
  • Menekuni hobi dan mengembangkannya secara konsisten.
  • Terus dilatih dan berlatih.
  • Tidak pantang menyerah dan selalu mencoba hal-hal baru selama itu positif.

"Jangan merasa malu atau tidak bisa. Saya proses aja dulu, untuk hasil menurut saya itu bonus," imbuh dia.

Menurutnya, terkadang dalam melakukan sesuatu, rasa malas selalu menghantui dan merupakan hal yang manusiawi.

Kendati berat, rasa malas harus dilawan dengan pandai memotivasi diri atau menempatkan diri dalam lingkaran yang mendukung dan memotivasi.

"Saya menjadikan kedua orangtua, mama saya sebagai motivasi yang paling utama. Doa dan restu orang tua adalah kunci kesuksesan semua orang," terang dia.

https://www.kompas.com/edu/read/2022/06/26/185700671/kisah-mahasiswa-unesa-model-disabilitas-yang-dirikan-sekolah-khusus-difabel

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke