Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ahli Virologi UGM: GeNose C19 Cegah Covid-19 di Transportasi Umum

KOMPAS.com - GeNose C19 mencegah penularan Covid-19 di transportasi publik, khususnya mereka yang berpergian ke luar daerah menggunakan kereta api.

Bayangkan rata-rata angka tingkat positif dengan Genose C19 mencapai 9 persen, dengan standar deviasi tiga persen.

Menurut Juru Bicara GeNose C19, Mohamad Saifudin Hakim, sebagian calon penumpang yang merasa sehat dan ingin melakukan perjalanan, tapi sebenarnya orang tanpa gejala (OTG), maka bisa tertangkap dan terdeteksi unit GeNose C19 di Stasiun Gambir pada kurun watu 30 Mei sampai 15 Juni 2021.

Hal ini mencerminkan GeNose C19 tetap akurat menjaring penumpang terduga positif dengan status OTG sekalipun.

"Alih-alih negatif palsu, GeNose C19 justru mencegah penularan jika hasil positif itu dipatuhi," ucap Hakim melansir laman UGM, Senin (28/6/2021).

Dosen dari FKKM UGM ini juga menyarankan, agar orang yang terduga OTG Covid-19 dengan GeNose C19 sebaiknya tidak meneruskan perjalanan.

Sementara itu, positivity rate Covid-19 secara nasional didasarkan pada pemeriksaan terhadap orang bergejala maupun tidak bergejala dan tidak hanya di koridor sistem transportasi.

Sehingga masuk akal apabila tingkat positif GeNose C19 sedikit berbeda dengan persentase nasional.

"Kesamaannya, sekarang ini positivity rate GeNose C19 dan Satgas Covid 19 sudah melampuai ketetapan positivity rate WHO, yaitu di atas lima persen," tegas Hakim.

Dengan keakuratan mendeteksi calon pelaku perjalanan yang kemungkinan OTG, maka GeNose C19 justru mencegah penularan yang ditandai dengan angka tingkat positif yang mendekati tingkat positif nasional dan minimnya data hasil negatif palsu.

"Kami tentu turut menghimbau agar masyarakat dapat menerima jika memperoleh hasil test Positif serta patuh dengan tidak meneruskan perjalanan demi keselamatan bersama," ucap pria yang kini mengemban amanat sebagai Ahli Virologi UGM.

Tim pengembang Genose C19, bilang dia, tentu akan terus menyempurnakan kualitas dan performa alat, agar akurasinya terus meningkat dan makin dipercaya dalam melayani kebutuhan masyarakat,

Tes skrining yang cepat, mudah, akurat dan terjangkau dibutuhkan oleh masyarakat bawah yang terpaksa harus bepergian. Sebab, kebutuhan kerja dan kebutuhan ekonomi di masa pandemi semakin sulit.

Saat ini, izin edar GeNose C19, yaitu AKD 20401022883, masih berlaku dan GeNose C19 tengah jalani uji validasi eksternal.

Tahap uji ini merupakan komitmen produsen pascapemasaran dan kepatuhan produsen pada regulasi yang berlaku di Indonesia.

"Menjalani uji validasi eksternal bukan berarti GeNose C19 tidak layak digunakan atau karena diragukan kehandalannya, justru dengan data tambahan dari validasi eksternal akan memperkaya data riset GeNose C19 yang dapat meningkatkan kecerdasan dan keakuratan dari GeNose C19," ungkap dia.

Uji validitas eksternal GeNose C19 telah mulai dilaksanakan pada April 2021 di Universitas Andalas.

Selanjutnya, Rumah Sakit UI memulai tahap uji tersebut pada bulan Juni.

Kemudian, Unair dan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) akan mulai uji validitas eksternal GeNose C19 pada akhir bulan Juni 2021.

Periode uji validitas memerlukan waktu sekitar empat sampai enam bulan, tergantung kondisi dan perjanjian dengan masing-masing institusi tersebut.

 

https://www.kompas.com/edu/read/2021/06/28/112802671/ahli-virologi-ugm-genose-c19-cegah-covid-19-di-transportasi-umum

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke