Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tenzing Norgay, Sherpa Pertama yang Mencapai Puncak Everest

Kompas.com - 30/05/2024, 19:45 WIB
Jawahir Gustav Rizal,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Keberhasilan tim ekspedisi Inggris menjadi yang pertama mencapai puncak Everest, gunung tertinggi di dunia, pada 29 Mei 1953 tidak lepas dari peran Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay seorang sherpa atau penduduk lokal yang bekerja sebagai pemandu sekaligus membantu mengangkut barang bawaan pendaki.

Dikutip dari Britannica, Tenzing mengaku lahir di Khumbu, Nepal, kampung halaman para sherpa, pada 15 Mei 1914.

Namun, sumber lain menyebutkan Tenzing lahir di Tschechu, Tibet. Ia lahir dengan nama Namgyal Wangdi, tetapi mengubah namanya menjadi Tenzing Norgay.

Selama beberapa tahun, Tenzing mengabdi untuk sebuah keluarga kaya di Khumjung, Nepal. Ketika remaja, Tenzing memutuskan pindah dan menetap di Darjiling, Bengal Barat, India.

Tenzing mengawali karier sebagai sherpa pada usia 19 tahun. Ia pertama kali mendaki Everest pada 1935, ketika ia direkrut oleh tim ekspedisi pendaki Inggris Eric Shipton.

Setelah Perang Dunia II, Tenzing menjadi sirdar atau koordinator sherpa, dan bergabung dengan sejumlah ekspedisi termasuk percobaan mendaki Everest pada 1952 oleh tim Swiss.

Pada saat tim ekspedisi Inggris pimpinan John Hunt merekrutnya pada 1953, Tenzing telah enam kali mendaki Everest. Namun, ia belum pernah mencapai puncak gunung tersebut.

Dikutip dari Climbing Magazine, di bawah kepemimpinan Hunt, Tenzing dipasangkan dengan pendaki Selandia Baru Edmund Hillary dan dipersiapkan untuk menaklukkan puncak Everest.

Pasangan lain yang disiapkan Hunt adalah Tom Bourdillon dan Charles Evans. Keduanya mengawali pendakian menuju puncak Everest pada 26 Mei 1953 dan nyaris mencapainya.

Bourdillon dan Evans harus berhenti ketika berjarak 100 meter dari puncak karena terjadi masalah pada perangkat oksigen mereka.

Namun, upaya mereka membuka jalur dan memetakan kebutuhan oksigen, terbukti sangat penting ketika Hillary dan Tenzing melakukan pendakian ke puncak dua hari kemudian. 

Dilansir History, pada 28 Mei 1953, Hillary dan Tenzing bermalam di kamp dengan ketinggian 8.500 meter di atas permukaan laut.

Keesokan paginya, keduanya berangkat sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Menjelang puncak, Hillary dan Tenzing berhadapan dengan bongkahan batu dan es yang curam.

Formasi itu sekarang disebut sebagai Hillary Step. Setelah berjuang keras, Hillary berhasil melewati formasi itu dan mengulurkan tali kepada Tenzing.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[HOAKS] Pisang Somalia Mengandung Cacing yang Sebabkan Kematian

[HOAKS] Pisang Somalia Mengandung Cacing yang Sebabkan Kematian

Hoaks atau Fakta
Video Suara Azan Terdengar di Luar Angkasa Hasil Manipulasi

Video Suara Azan Terdengar di Luar Angkasa Hasil Manipulasi

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Beredar Hoaks Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Mundur dari Kabinet

[VIDEO] Beredar Hoaks Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Mundur dari Kabinet

Hoaks atau Fakta
Menilik Bahaya Hoaks soal Obat-obatan dan Cara Melawannya...

Menilik Bahaya Hoaks soal Obat-obatan dan Cara Melawannya...

Data dan Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Akad Nikah Hanya Bisa di Hari dan Jam Kerja, Simak Bantahannya

INFOGRAFIK: Hoaks Akad Nikah Hanya Bisa di Hari dan Jam Kerja, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Gambar Tempat Parkir dengan Taman di Atap Berada di China, Bukan Jepang

[KLARIFIKASI] Gambar Tempat Parkir dengan Taman di Atap Berada di China, Bukan Jepang

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Prabowo Sebut Uang Kuliah Sebelum 1998 Terjangkau Rakyat Kecil

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Uang Kuliah Sebelum 1998 Terjangkau Rakyat Kecil

Hoaks atau Fakta
Penerbitan Perdana Komik Strip Garfield pada 19 Juni 1978

Penerbitan Perdana Komik Strip Garfield pada 19 Juni 1978

Sejarah dan Fakta
[KLARIFIKASI] YouTube Tidak Putar Ulang Iklan jika Pengguna Alihkan Pandangan

[KLARIFIKASI] YouTube Tidak Putar Ulang Iklan jika Pengguna Alihkan Pandangan

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Indonesia Telah Melampaui Target Penurunan Emisi Karbon?

CEK FAKTA: Benarkah Indonesia Telah Melampaui Target Penurunan Emisi Karbon?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Teatrikal Seniman Polandia Kritik Israel, Bukan Mengolok-olok Korban

[KLARIFIKASI] Video Teatrikal Seniman Polandia Kritik Israel, Bukan Mengolok-olok Korban

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Rumah Lansia Palestina Dirampas Warga Israel, tetapi Asal Perampas Tidak Diketahui

[KLARIFIKASI] Rumah Lansia Palestina Dirampas Warga Israel, tetapi Asal Perampas Tidak Diketahui

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Warga Palestina Menyiksa Keledai yang Dicat Bendera Israel

[HOAKS] Warga Palestina Menyiksa Keledai yang Dicat Bendera Israel

Hoaks atau Fakta
Istri Noam Chomsky Bantah Kabar Kematian Sang Linguis Modern

Istri Noam Chomsky Bantah Kabar Kematian Sang Linguis Modern

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Undian Festival Idul Adha 2024 dari BRI

[HOAKS] Undian Festival Idul Adha 2024 dari BRI

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com