Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video Ini Bukan Cuplikan Rekayasa Korban Serangan Israel di Rafah

Kompas.com - 30/05/2024, 09:59 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

KOMPAS.com - Sebuah video diklaim memperlihatkan cuplikan di balik layar mengenai rekayasa korban serangan Israel ke Rafah.

Dalam video tampak seseorang yang terbaring di atas tandu sedang dirias dan seorang lainnya dalam kantong jenazah sedang merokok.

Video disebarkan dengan narasi seolah-olah korban serangan Israel di Rafah merupakan rekayasa dan dibesar-besarkan.

Misalnya, seperti yang diunggah akun Facebook ini, Instagram ini, dan X ini.

Berikut narasi yang ditulis pengguna Facebook pada 7 Mei 2024 dalam terjemahan bahasa Indonesia:

Para aktor di Rafah sedang bersiap-siap, dan kita mungkin akan segera menyaksikan rekaman yang mengganggu dari Rafah. Sumber: Gazawood.

Sebagai konteks, Israel melancarkan serangan udara yang mengakibatkan kebakaran hebat di tenda pengungsian di Rafah, pada Senin (27/5/2024).

Seperti dilaporkan Al Jazeera, serangan pada malam hari itu mengakibatkan kebakaran yang menyebar dengan cepat dan meratakan perkemahan. Pejabat Gaza menyebutkan, sedikitnya 45 orang tewas.

Serangan Israel ke Gaza telah berlangsung sejak Oktober 2023, sebagai balasan atas infiltrasi dan penyanderaan warga Israel oleh Hamas. Selain Gaza, serangan meluas ke wilayah Palestina lainnya, termasuk Rafah.

Adapun video yang beredar merupakan cuplikan di balik layar para aktor yang sedang syuting serial drama Palestina Bleeding Dirt atau Nazeef Al Torab.

Lokasi syuting berada di dekat Nablus, Tepi Barat. Film yang mengangkat kisah perlawanan warga Palestina terhadap Israel itu tayang pada 11 Maret 2024.

Dikutip dari AAP, jaringan pengecek fakta Palestina telah mengonfirmasi bahwa video yang beredar merupakan di balik layar syuting film di Asira al-Shamaliya, sebuah kota di utara Nablus.

Rekaman di balik layar film tersebut diunggah oleh sutradara Bashar Al-Najjar melalui Short YouTube pada 11 April 2024.

Hasil karya Al-Najjar dapat diliat di sini. Tampak pria di atas tandu terlihat di kuburan bersama pria di dalam kantong mayat pada menit ke-22 detik ke-20.

Sementara, istilah "Gazawood" merupakan sindiran dari gabungan kata "Gaza" dan "Hollywood". Ada pula "Pallywood" yang merupakan akronim dari Palestina dan Hollywood.

Dikutip dari Check Your Fact, istilah itu dipakai di internet untuk menyindir narasi yang dibesar-besarkan di media sosial soal penderitaan di Gaza atau Palestina.

Sindiran itu biasanya disertai tudingan bahwa warga Palestina memalsukan kematian atau cedera akibat serangan Israel.

Faktanya, sedikitnya 36.096 meninggal dunia akibat perang berdasarkan data yang dihimpun Al Jazeera, mulai 7 Oktober 2023 sampai Selasa (28/5/2024).

Dari jumlah tersebut, 15.000 di antaranya merupakan anak-anak dan 10.000 lainnya hilang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Al Jazeera English (@aljazeeraenglish) 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

INFOGRAFIK: Manipulasi Foto Mayones Real Gayo Bernuansa Pelangi, Simak Faktanya

INFOGRAFIK: Manipulasi Foto Mayones Real Gayo Bernuansa Pelangi, Simak Faktanya

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Benarkah Ada Kota Tersembunyi di Antarktika? Cek Faktanya

INFOGRAFIK: Benarkah Ada Kota Tersembunyi di Antarktika? Cek Faktanya

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pisang Somalia Mengandung Cacing yang Sebabkan Kematian

[HOAKS] Pisang Somalia Mengandung Cacing yang Sebabkan Kematian

Hoaks atau Fakta
Video Suara Azan Terdengar di Luar Angkasa Hasil Manipulasi

Video Suara Azan Terdengar di Luar Angkasa Hasil Manipulasi

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Beredar Hoaks Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Mundur dari Kabinet

[VIDEO] Beredar Hoaks Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Mundur dari Kabinet

Hoaks atau Fakta
Menilik Bahaya Hoaks soal Obat-obatan dan Cara Melawannya...

Menilik Bahaya Hoaks soal Obat-obatan dan Cara Melawannya...

Data dan Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Akad Nikah Hanya Bisa di Hari dan Jam Kerja, Simak Bantahannya

INFOGRAFIK: Hoaks Akad Nikah Hanya Bisa di Hari dan Jam Kerja, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Gambar Tempat Parkir dengan Taman di Atap Berada di China, Bukan Jepang

[KLARIFIKASI] Gambar Tempat Parkir dengan Taman di Atap Berada di China, Bukan Jepang

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Prabowo Sebut Uang Kuliah Sebelum 1998 Terjangkau Rakyat Kecil

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Uang Kuliah Sebelum 1998 Terjangkau Rakyat Kecil

Hoaks atau Fakta
Penerbitan Perdana Komik Strip Garfield pada 19 Juni 1978

Penerbitan Perdana Komik Strip Garfield pada 19 Juni 1978

Sejarah dan Fakta
[KLARIFIKASI] YouTube Tidak Putar Ulang Iklan jika Pengguna Alihkan Pandangan

[KLARIFIKASI] YouTube Tidak Putar Ulang Iklan jika Pengguna Alihkan Pandangan

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Indonesia Telah Melampaui Target Penurunan Emisi Karbon?

CEK FAKTA: Benarkah Indonesia Telah Melampaui Target Penurunan Emisi Karbon?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Teatrikal Seniman Polandia Kritik Israel, Bukan Mengolok-olok Korban

[KLARIFIKASI] Video Teatrikal Seniman Polandia Kritik Israel, Bukan Mengolok-olok Korban

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Rumah Lansia Palestina Dirampas Warga Israel, tetapi Asal Perampas Tidak Diketahui

[KLARIFIKASI] Rumah Lansia Palestina Dirampas Warga Israel, tetapi Asal Perampas Tidak Diketahui

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Warga Palestina Menyiksa Keledai yang Dicat Bendera Israel

[HOAKS] Warga Palestina Menyiksa Keledai yang Dicat Bendera Israel

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com