Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan TNI soal Isu Penutupan RSUD Madi di Paniai

Kompas.com - 28/05/2024, 15:20 WIB
Jawahir Gustav Rizal,
Bayu Galih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Beredar kabar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madi di Kabupaten Paniai, Papua, ditutup oleh aparat gabungan TNI dan Polri.

Kabar penutupan RSUD Madi salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini dalam bentuk Reels dengan narasi sebagai berikut:

Semua Pasien di rumah sakit Madi Paniai disuruh bubar oleh TNI-Polri hari ini Minggu 26 Mei 2024.

Tangkapan layar video Reels yang menyebut RSUD Madi di Paniai ditutup oleh TNI-PolriScreenshot Tangkapan layar video Reels yang menyebut RSUD Madi di Paniai ditutup oleh TNI-Polri

Namun, kabar tersebut dibantah oleh Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cendrawasih Letkol Infanteri Candra Kurniawan.

Menurut Candra, kabar yang menyebut aparat gabungan TNI dan Polri mengusir pasien dan menutup ruang IGD RSUD Madi di Paniai merupakan kabar bohong atau hoaks.

Ia menduga, kabar bohong itu sengaja disiarkan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membuat kegaduhan.

"Justru saat ini, aparat TNI dari Batalyon Infanteri 527 membantu melaksanakan pengamanan RSUD Madi Paniai, karena ada pengaduan dari masyarakat gerombolan OPM akan membakar RSUD tersebut," kata Candra, dilansir Antara, Minggu (26/5/2024).

Candra menjelaskan, kehadiran aparat gabungan TNI-Polri di RSUD Madi Paniai juga atas permintaan tim medis yang khawatir keselamatannya terancam oleh OPM.

Aksi teror di Paniai

Dilansir Kompas.id, OPM melakukan sejumlah aksi teror di Madi pada 21 Mei 2024 malam.

Kelompok yang diduga pimpinan Undius Kogoya tersebut membakar gedung sekolah dan deretan kios serta melepaskan teror tembakan kepada warga.

Kepala Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Faisal mengungkapkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIT.

Awalnya, OPM atau yang dikenal juga sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini melancarkan teror ke sebuah kios di daerah Madi, Paniai Timur.

”Saat itu, dua orang KKB berpura-pura membeli rokok dan dilayani Saudara Arwin (pemilik kios). Namun, tiba-tiba salah satu KKB tersebut mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan. Saat itu, korban langsung melarikan diri ke dalam rumah sehingga tidak terkena tembakan,” ujar Faisal dalam keterangannya, 22 Mei 2024.

Kemudian, OPM membakar deretan bangunan kios di kawasan tersebut. Kelompok itu juga membakar gedung sekolah terpadu YPPGI Kepas Kopo, yang terdiri dari PAUD, SD, dan SMP.

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Ajun Komisaris Besar Bayu Suseno mengatakan, aparat gabungan TNI-Polri telah mengevakuasi 23 warga terdampak, termasuk para guru dari sekolah yang dibakar, ke Markas Polres Paniai.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kilas Balik Pekan Raya Jakarta, dari Monas ke Kemayoran

Kilas Balik Pekan Raya Jakarta, dari Monas ke Kemayoran

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Cara Menghemat Elpiji dengan Mengelem Karet Tabung

[HOAKS] Cara Menghemat Elpiji dengan Mengelem Karet Tabung

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bukti Rekaman CCTV Linda Terlibat Kasus Pembunuhan Vina

[HOAKS] Bukti Rekaman CCTV Linda Terlibat Kasus Pembunuhan Vina

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Konten Satire soal Elon Musk Luncurkan Ponsel Pesaing iPhone

INFOGRAFIK: Konten Satire soal Elon Musk Luncurkan Ponsel Pesaing iPhone

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Artikel FBI Prediksi Sosiopat Berdasarkan Perilaku Pemain Gim

[HOAKS] Artikel FBI Prediksi Sosiopat Berdasarkan Perilaku Pemain Gim

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Beredar Manipulasi Foto Bangkai Pesawat Malaysia Airlines MH370

INFOGRAFIK: Beredar Manipulasi Foto Bangkai Pesawat Malaysia Airlines MH370

Hoaks atau Fakta
Manipulasi Foto Bernada Satire soal Produk Mayones 'Gayo'

Manipulasi Foto Bernada Satire soal Produk Mayones "Gayo"

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Foto Kota Tersembunyi di Balik Tembok Es Antarktika

[HOAKS] Foto Kota Tersembunyi di Balik Tembok Es Antarktika

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pesan Berantai soal Whatsapp Gold dan Video Martinelli

[HOAKS] Pesan Berantai soal Whatsapp Gold dan Video Martinelli

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Iptu Rudiana Ditetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

[HOAKS] Iptu Rudiana Ditetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Erupsi Gunung Ruang, Bukan Anak Krakatau

[KLARIFIKASI] Video Erupsi Gunung Ruang, Bukan Anak Krakatau

Hoaks atau Fakta
Sejarah Kepulauan Falkland yang Diperebutkan Inggris dan Argentina

Sejarah Kepulauan Falkland yang Diperebutkan Inggris dan Argentina

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] PSSI Putuskan Timnas Tidak Akan Ikut Piala AFF

[HOAKS] PSSI Putuskan Timnas Tidak Akan Ikut Piala AFF

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Lingkaran Merah pada Tabung Gas Elpiji 3 Kg Tanda Keamanan, Cek Faktanya

INFOGRAFIK: Hoaks Lingkaran Merah pada Tabung Gas Elpiji 3 Kg Tanda Keamanan, Cek Faktanya

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Pengibaran Bendera Palestina di Milan Bukan Dilakukan Menteri Italia

INFOGRAFIK: Pengibaran Bendera Palestina di Milan Bukan Dilakukan Menteri Italia

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com