Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/05/2024, 14:17 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa vaksin Human Papilloma Virus (HPV) menyebabkan kemandulan.

Dalam unggahan di media sosial disebutkan, pemberian vaksin HPV menyebabkan kegagalan ovarium pada perempuan muda dan menopause dini pada anak perempuan usia 9-10 tahun.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

Narasi yang beredar

Informasi soal vaksin HPV menyebabkan kemandulan disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

"Vaksin HPV menyebabkan kanker, kemandulan, kegagalan ovarium pada wanita muda, menyebabkan anak perempuan berusia 9 dan 10 tahun mengalami menopause dini," tulis salah satu akun, pada 29 Maret 2024.

Setiap pengunggah menyertakan sebuah tautan dari situs Children's Health Defense dan gambar dengan teks berikut:

HPV menyebabkan kerusakan parah pada wanita, tetapi suntikan Covid bahkan lebih berbahaya Vaksin yang menyebabkan kemandulan bukanlah hal baru: Vaksin HPV menyebabkan kanker, kemandulan, kegagalan ovarium pada wanita muda, menyebabkan anak perempuan berusia 9 dan 10 tahun mengalami menopause dini, Percobaan menunjukkan tingkat keguguran 27% dan ada penurunan 50% pada kehamilan remaja selama periode 10 tahun. Apa yang kita lihat sekarang dengan tembakan covid jauh lebih buruk.

Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 29 Maret 2024, menganai vaksin HPV menyebabkan kemandulan.akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 29 Maret 2024, menganai vaksin HPV menyebabkan kemandulan.

Penelusuran Kompas.com

Situs yang menjadi rujukan narasi memiliki rekam jejak dalam menyebarkan teori konspirasi.

Media Bias Fact Check mengidentifikasi situs Children’s Health Defense sebagai penyebar konspirasi pseudosains.

Media yang dibuat pada 2016 itu menerbitkan artikel yang tidak dapat diverifikasi dan tidak didukung bukti.

Vaksin HPV diberikan untuk mencegah kanker leher rahim, kanker vagina, dan vulva.

Dilansir Kompas.com, dokter spesialis penyakit dalam In Harmony Clinic, Kristoforus Hendra Djaya menegaskan, vaksin HPV tidak menyebabkan kemandulan.

Menurut dia, vaksin HPV dibuat semirip mungkin dengan virus, tetapi tidak memiliki DNA yang mereplikasi diri, hanya selubung kulit yang kosong.

Ia mengatakan, vaksin hanya menangkap sel kanker yang akan masuk ke serviks dan tidak berbahaya.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Wawang S Sukarya.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengenal Lockheed F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Mengenal Lockheed F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Sejarah dan Fakta
Dukungan Che Guevara terhadap Pembebasan Palestina...

Dukungan Che Guevara terhadap Pembebasan Palestina...

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Suporter di Spanyol Dipukuli Polisi karena Dukung Palestina

[HOAKS] Suporter di Spanyol Dipukuli Polisi karena Dukung Palestina

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Harga Beras di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain?

CEK FAKTA: Benarkah Harga Beras di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Elpiji 3 Kg Berisi Gas yang Dicairkan, Bukan Air Dingin

[KLARIFIKASI] Elpiji 3 Kg Berisi Gas yang Dicairkan, Bukan Air Dingin

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Militer di Lepas Pantai Florida pada Juni 2024

[HOAKS] Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Militer di Lepas Pantai Florida pada Juni 2024

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Angelina Jolie Bicara Genosida Srebrenica, Bukan Konflik Israel-Palestina

[KLARIFIKASI] Angelina Jolie Bicara Genosida Srebrenica, Bukan Konflik Israel-Palestina

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Erupsi Tangkuban Parahu | Rekaman CCTV Kasus Vina

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Erupsi Tangkuban Parahu | Rekaman CCTV Kasus Vina

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks soal Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada 11 Juni

INFOGRAFIK: Hoaks soal Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada 11 Juni

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Egi Tersangka Pembunuhan Vina Dilepaskan karena Salah Tangkap

[HOAKS] Egi Tersangka Pembunuhan Vina Dilepaskan karena Salah Tangkap

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Narasi Keliru soal Foto Kecelakaan di Yunani

INFOGRAFIK: Narasi Keliru soal Foto Kecelakaan di Yunani

Hoaks atau Fakta
Riwayat Industri Minyak Bumi Indonesia, dari Era Belanda ke Pertamina

Riwayat Industri Minyak Bumi Indonesia, dari Era Belanda ke Pertamina

Sejarah dan Fakta
Kilas Balik Pekan Raya Jakarta, dari Monas ke Kemayoran

Kilas Balik Pekan Raya Jakarta, dari Monas ke Kemayoran

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Cara Menghemat Elpiji dengan Mengelem Karet Tabung

[HOAKS] Cara Menghemat Elpiji dengan Mengelem Karet Tabung

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bukti Rekaman CCTV Linda Terlibat Kasus Pembunuhan Vina

[HOAKS] Bukti Rekaman CCTV Linda Terlibat Kasus Pembunuhan Vina

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com