Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Hacker asal Aljazair Dihukum Mati karena Bantu Palestina

Kompas.com - 02/05/2024, 15:16 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan foto seorang peretas atau hacker asal Aljazair.

Menurut narator, hacker itu dihukum mati karena meretas 200 bank dan menyumbangkan uangnya untuk Palestina.

Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Narasi yang beredar

Narasi mengenai hacker asal Aljazair yang dihukum mati karena meretas 200 bank dan membantu Palestina dibagikan oleh akun Facebook ini.

Akun tersebut membagikan video seorang pria menghadapi hukuman gantung. Dia diklaim sebagai seorang hacker bernama Hamzah yang telah membobol lebih dari 200 bank.

Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut seorang hacker dihukum mati karena membantu Palestina Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut seorang hacker dihukum mati karena membantu Palestina

Penelusuran Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto pada awal video yang menampilkan seorang pria menghadapi hukuman gantung.

Foto tersebut mirip dengan unggahan di laman Wikimedia Commons ini yang diunggah pada 2007. Pria itu adalah Majid Kavousifar.

Dikutip dari Reuters, Majid Kavousifar dan rekannya, Hossein Kavousifar, dieksekusi mati pada 2007 karena membunuh seorang hakim di Iran. 

Sehingga, dapat dipastikan foto tersebut bukan hacker yang membantu Palestina.

Sementara itu, berdasarkan pemberitaan Al Jazeera pada 2015, hacker asal Aljazair yang ditangkap karena meretas sejumlah bank di Amerika Serikat (AS) bernama Hamza Bendelladj.

Ia menyumbangkan jutaan dollar dari hasil kejahatannya kepada badan amal Palestina. Namun, ia tidak dijatuhi hukuman mati.

Saat itu sempat muncul kabar Hamza dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan AS. Isu ini dibantah oleh pihak berwenang AS.

Duta besar AS untuk Aljazair mengatakan, kejahatan komputer tidak dikenakan hukuman mati. Dikutip dari CNN Indonesia, Hamza divonis hukuman 15 tahun penjara.

Kesimpulan

Narasi soal hacker asal Aljazair dihukum mati karena meretas 200 bank dan menyumbangkan uangnya untuk Palestina adalah hoaks.

Pada bagian awal video terdapat foto Majid Kavousifar, pelaku pembunuhan hakim di Iran yang dieksekusi mati pada 2007.

Foto lain yang ditampilkan, yakni Hamza Bendelladj, seorang hacker asal Aljazair. Ia ditangkap pada 2015 karena meretas sejumlah bank di AS. Namun, ia tidak dijatuhi hukuman mati.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[HOAKS] Warga Palestina Menyiksa Keledai yang Dicat Bendera Israel

[HOAKS] Warga Palestina Menyiksa Keledai yang Dicat Bendera Israel

Hoaks atau Fakta
Istri Noam Chomsky Bantah Kabar Kematian Sang Linguis Modern

Istri Noam Chomsky Bantah Kabar Kematian Sang Linguis Modern

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Undian Festival Idul Adha 2024 dari BRI

[HOAKS] Undian Festival Idul Adha 2024 dari BRI

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Hoaks Kylian Mbappe Promosikan Situs Judi, Simak Bantahannya

[VIDEO] Hoaks Kylian Mbappe Promosikan Situs Judi, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Polemik AI, Membantu atau Menggantikan Pekerjaan Manusia?

INFOGRAFIK: Polemik AI, Membantu atau Menggantikan Pekerjaan Manusia?

Data dan Fakta
Kemenag Bantah Akad Nikah Hanya Bisa Digelar pada Hari dan Jam Kerja

Kemenag Bantah Akad Nikah Hanya Bisa Digelar pada Hari dan Jam Kerja

Hoaks atau Fakta
Mengenal Lockheed F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Mengenal Lockheed F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Sejarah dan Fakta
Dukungan Che Guevara terhadap Pembebasan Palestina...

Dukungan Che Guevara terhadap Pembebasan Palestina...

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Suporter di Spanyol Dipukuli Polisi karena Dukung Palestina

[HOAKS] Suporter di Spanyol Dipukuli Polisi karena Dukung Palestina

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Harga Beras di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain?

CEK FAKTA: Benarkah Harga Beras di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Elpiji 3 Kg Berisi Gas yang Dicairkan, Bukan Air Dingin

[KLARIFIKASI] Elpiji 3 Kg Berisi Gas yang Dicairkan, Bukan Air Dingin

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Militer di Lepas Pantai Florida pada Juni 2024

[HOAKS] Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Militer di Lepas Pantai Florida pada Juni 2024

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Angelina Jolie Bicara Genosida Srebrenica, Bukan Konflik Israel-Palestina

[KLARIFIKASI] Angelina Jolie Bicara Genosida Srebrenica, Bukan Konflik Israel-Palestina

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Erupsi Tangkuban Parahu | Rekaman CCTV Kasus Vina

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Erupsi Tangkuban Parahu | Rekaman CCTV Kasus Vina

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks soal Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada 11 Juni

INFOGRAFIK: Hoaks soal Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada 11 Juni

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com