Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CEK FAKTA: Ganjar Sebut Perempuan dan Penyandang Disabilitas Terpinggirkan

Kompas.com - 04/02/2024, 20:28 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengeklaim diminta oleh aktivis perempuan Kalis Mardiasijh untuk memperhatikan dua kelompok terpinggirkan.

Kedua kelompok itu, seperti yang disampaikan Kalis ke Ganjar, adalah perempuan dan penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Ganjar dalam debat kelima capres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (4/2/2024).

"Perempuan muda dari Yogya, Mbak Kalis namanya, menyampaikan 'Pak Ganjar, perhatikan mereka yang selama ini terpinggirkan, ada dua yang utama: kelompok perempuan dan yang kedua penyandang disabilitas," kata Ganjar.

"Tolong betul agar sekolah makin inklusi dan tidak mendapatkan perlakuan yang diskrimintatif," ucapnya.

Apakah dua kelompok tersebut terpinggirkan?

Berdasarkan pemberitaan Media Indonesia yang terbit pada 6 Maret 2023 , Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengungkapkan, kaum perempuan lebih sulit mengakses pekerjaan secara global daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara kesenjangan gender di lingkungan kerja, termasuk soal gaji, hampir tidak berubah dalam dua dekade terakhir.

"Ini melukiskan gambaran yang jauh lebih suram tentang situasi perempuan di dunia kerja daripada tingkat pengangguran yang lebih umum digunakan," demikian pernyataan ILO dalam sebuah pernyataan, dua hari sebelum Hari Perempuan Internasional.

"Data baru menunjukkan bahwa perempuan masih jauh lebih sulit mencari pekerjaan daripada laki-laki."

Menurut data baru ILO, 15 persen perempuan usia kerja secara global ingin bekerja, tetapi tidak memiliki pekerjaan, dibandingkan dengan 10,5 persen pria.

"Kesenjangan gender ini hampir tidak berubah selama dua dekade".

Sementara dalam pemberitaan Kompas.id pada 1 Maret 2023, kelompok disabilitas masih terpinggirkan dapat dilihat dari kesulitan mereka mengakses fasilitas umum.

Penyandang disabilitas masih kesulitan berjalan di trotoar, mengakses transportasi publik, hingga masuk ke rumah ibadah, pertokoan, dan fasilitas kesehatan.

Hak mereka atas aksesibilitas pun tidak terpenuhi. Butuh waktu cukup lama bagi difabel untuk mengakses MRT.

Selain karena lift yang tersedia terbatas, ramp untuk memindahkan kursi roda dari peron ke gerbong kereta pun jumlahnya terbatas.

Sebagian pengguna kursi roda akhirnya naik ke gerbong tanpa ramp dengan bantuan pendamping.

Saat melintasi trotoar, mereka beberapa kali terantuk jalan yang tidak rata, terhalang bollard atau tiang pengaman, tersandung penutup saluran, dan ada yang hampir menabrak pohon. Mereka juga kesulitan menyeberang jalan.

Masuk ke gedung tujuan pun jadi ujian lain bagi para difabel. Akses trotoar terputus karena salah satu sisi trotoar miring dan tidak mungkin dilewati kursi roda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengenang Vladimir Komarov, Orang Pertama yang Tewas dalam Misi Luar Angkasa

Mengenang Vladimir Komarov, Orang Pertama yang Tewas dalam Misi Luar Angkasa

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Gempa di Majene Sulawesi Barat

[HOAKS] Video Gempa di Majene Sulawesi Barat

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Ini Tidak Terkait Serangan Irak ke Pangkalan Militer AS di Suriah

[KLARIFIKASI] Foto Ini Tidak Terkait Serangan Irak ke Pangkalan Militer AS di Suriah

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Sekjen PDI-P Sebut Dugaan Kecurangan Pilpres 2024 Bisa Terjadi Lagi di Pilkada

CEK FAKTA: Sekjen PDI-P Sebut Dugaan Kecurangan Pilpres 2024 Bisa Terjadi Lagi di Pilkada

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Risiko Anemia Aplastik pada Obat Sakit Kepala

[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Risiko Anemia Aplastik pada Obat Sakit Kepala

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] WEF Bantah Kabar Klaus Schwab Sakit Parah dan Dirawat di RS

[KLARIFIKASI] WEF Bantah Kabar Klaus Schwab Sakit Parah dan Dirawat di RS

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Jet Misterius Terlihat Dekat Israel

[HOAKS] Video Jet Misterius Terlihat Dekat Israel

Hoaks atau Fakta
'Me at The Zoo', Kilas Balik Video Pertama di YouTube

"Me at The Zoo", Kilas Balik Video Pertama di YouTube

Sejarah dan Fakta
INFOGRAFIK: Narasi Keliru Perbandingan Foto Antrean Warga pada 1965 dan 2024

INFOGRAFIK: Narasi Keliru Perbandingan Foto Antrean Warga pada 1965 dan 2024

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Video Perlihatkan Pohon Terbakar, Bukan Tentara Israel Bakar Masjid Al Aqsa

INFOGRAFIK: Video Perlihatkan Pohon Terbakar, Bukan Tentara Israel Bakar Masjid Al Aqsa

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Sandra Dewi Dijemput Paksa Polisi

[HOAKS] Sandra Dewi Dijemput Paksa Polisi

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Narasi Keliru soal Anak-anak Bermain di Pantai Gaza Pascaserangan Iran ke Israel

[KLARIFIKASI] Narasi Keliru soal Anak-anak Bermain di Pantai Gaza Pascaserangan Iran ke Israel

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Foto dengan Narasi Keliru soal Eksodus Warga Israel karena Serangan Iran

INFOGRAFIK: Foto dengan Narasi Keliru soal Eksodus Warga Israel karena Serangan Iran

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Uang Pembayaran Tol Masuk ke Rekening Pengusaha China

[HOAKS] Uang Pembayaran Tol Masuk ke Rekening Pengusaha China

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Momen Surya Paloh Cium Tangan Jokowi Terjadi pada 2019

[KLARIFIKASI] Momen Surya Paloh Cium Tangan Jokowi Terjadi pada 2019

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com