Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/01/2024, 18:55 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah unggahan di Facebook mengeklaim bahwa perubahan iklim merupakan hasil konspirasi.

Pengunggah menyebutkan, perubahan iklim merupakan hasil konspirasi High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP), Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN), Bluebeam, dan perjanjian emisi karbon dengan Forum Ekonomi Dunia atau WEF.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

Narasi yang beredar

Konten yang mengeklaim perubahan iklim adalah konspirasi ditemukan di akun Facebook ini, Senin (8/1/2024). Arsipnya dapat dilihat di sini.

Berikut narasinya:

Climte change ga ada, climate is change iya ada yg d lakukan oleh konspirasi dengan Haarp, cern dan blue beem.

Baru kemaren ditanda tangani perjanjian emisi Carbon dengan W3F utk menguras rakyat?? Itu idola panuta yang katanya untuk umat?? Jualan paling busuk adalah jualan agama, sampai menuduh orang lain kafir tdk ikutan.
Karna gw ga waras ,gw ga ikutan manut jualan agamanya.
Gw ajak mikir cuy, jika emisi dari batu bara kenapa pick hours puncak polusi tengah malam dan dini hari. Lu cek sendiri aplikasi polusi. Apakah polusi sengaja ditebar di langit supaya terbentuknya perjanjian Carbon dengan W3F??

Kalau memang penjelasan nasa itu benar BUMI BULAT , berarti baik daerah industri maupun daeran non industri terdampak sama dong. Naik 1.5 derajat selsius. Apa ya kenyataannya demikian?
LO DI GIRING KYK DOMBA TAPI LO GA SADAR, LUPA DY ANGGOTA W3F?

Pengunggah menyertakan tangkapan layar situs American Enterprise Institute soal 500 ahli yang bersurat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyatakan tidak ada perubahan iklim.

Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (8/1/2024), yang mengeklaim perubahan iklim adalah konspirasi.akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (8/1/2024), yang mengeklaim perubahan iklim adalah konspirasi.

Penelusuran Kompas.com

Media Bias Fact Check mengklasifikasikan situs American Enterprise Institute sebagai media yang memiliki bias sayap kanan.

Kredibilitasnya tingkat menengah dan secara eksklusif mendukung kandidat Partai Republik Amerika Serikat (AS) melalui donasi.

Dalam catatan geologi, perubahan iklim selalu terjadi baik karena faktor alami atau akibat manusia.

Dikutip dari situs USGS, aktivitas manusia meningkatkan gas rumah kaca di atmosfer sejak Revolusi Industri, yang menyebabkan lebih banyak retensi panas dan peningkatan suhu permukaan.

Perubahan penggunaan lahan, seperti penggundulan hutan, menyebabkan perubahan jumlah sinar matahari yang dipantulkan dari tanah kembali ke ruang angkasa.

NASA merangkum sejumlah bukti yang menunjukkan adanya perubahan iklim.

Satelit dan instrumen sains mengungkap, pemanasan global saat ini kira-kira 10 kali lebih cepat dibandingkan laju rata-rata pemanasan setelah Zaman Es.

Sebagian besar pemanasan terjadi dalam 40 tahun terakhir, di mana tujuh tahun terakhir tercatat sebagai tahun terpanas. Tahun 2016 dan 2020 merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat.

Gletser juga menyusut hampir di semua tempat, termasuk di Pegunungan Alpen, Himalaya, Andes, Pegunungan Rocky, Alaska, dan Afrika.

Sementara karbon dioksida dari aktivitas manusia meningkat sekitar 250 kali lebih cepat dibandingkan dari sumber alami setelah Zaman Es terakhir.

Perubahan iklim lainnya dibuktikan dengan lautan yang semakin menghangat, tutupan salju menurun, permukaan laut meningkat, peningkatan bencana ekstrem, dan pengasaman laut yang meningkat.

Kesimpulan

Narasi bahwa perubahan iklim merupakan hasil konspirasi adalah hoaks. Penyebar informasi mengambil sumber dari situs yang memiliki bias sayap kanan dengan kredibilitas tingkat menengah.

Data NASA menunjukkan sejumlah bukti perubahan iklim, antara lain suhu Bumi semakin panas, meningkatnya karbon dioksida, permukaan laut semakin tinggi, dan peningkatan bencana ekstrem.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta Seputar Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Presiden Iran

Fakta Seputar Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Presiden Iran

Data dan Fakta
[HOAKS] 25 Orang Tewas Saat Pesta Pernikahan di China

[HOAKS] 25 Orang Tewas Saat Pesta Pernikahan di China

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bantuan Dana Rp 250 Juta Mengatasnamakan Kerajaan Arab Saudi

[HOAKS] Bantuan Dana Rp 250 Juta Mengatasnamakan Kerajaan Arab Saudi

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Kenaikan Tarif Listrik mulai 1 Mei 2024

[HOAKS] Kenaikan Tarif Listrik mulai 1 Mei 2024

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Manipulasi Foto Seorang Anak Korban Gempuran Israel di Rafah

[KLARIFIKASI] Manipulasi Foto Seorang Anak Korban Gempuran Israel di Rafah

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Prabowo-Gibran Gagal Dilantik | Kehadiran Rusia di Gaza

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Prabowo-Gibran Gagal Dilantik | Kehadiran Rusia di Gaza

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Cara Optimalkan Google untuk Mencari Artikel Cek Fakta

INFOGRAFIK: Cara Optimalkan Google untuk Mencari Artikel Cek Fakta

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pernyataan Mengejutkan Pelatih Portugal Jelang Laga Lawan Indonesia

[HOAKS] Pernyataan Mengejutkan Pelatih Portugal Jelang Laga Lawan Indonesia

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Manipulasi Foto Tentara IDF Menyelamatkan Bayi di Gaza

INFOGRAFIK: Manipulasi Foto Tentara IDF Menyelamatkan Bayi di Gaza

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Tidak Benar Gaji Ke-13 PNS Akan Dihentikan

[KLARIFIKASI] Tidak Benar Gaji Ke-13 PNS Akan Dihentikan

Hoaks atau Fakta
Menilik Pelarangan TikTok di Sejumlah Negara, dari Asia sampai Eropa

Menilik Pelarangan TikTok di Sejumlah Negara, dari Asia sampai Eropa

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Benarkah Pinocchio Dibuat dari Kulit dan Rambut Budak?

INFOGRAFIK: Benarkah Pinocchio Dibuat dari Kulit dan Rambut Budak?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Sandra Dewi dan Harvey Moeis Divonis Hukuman Mati

[HOAKS] Sandra Dewi dan Harvey Moeis Divonis Hukuman Mati

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Harimau Mati Tertabrak Kendaraan di Tol Pekanbaru-Dumai

[HOAKS] Harimau Mati Tertabrak Kendaraan di Tol Pekanbaru-Dumai

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Beredar Hoaks Guinea Didiskualifikasi dari Olimpiade

[VIDEO] Beredar Hoaks Guinea Didiskualifikasi dari Olimpiade

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com