Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Firli Bahuri Ditangkap karena Terlibat Korupsi Rp 349 Triliun

Kompas.com - 20/04/2023, 13:05 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial mengeklaim, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ditangkap karena terbukti terlibat dalam korupsi Rp 349 triliun.

Namun setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Narasi yang beredar

Narasi soal Firli ditangkap karena terbukti terlibat dalam korupsi sebesar Rp 349 triliun muncul di Facebook, salah satunya dibagikan oleh akun ini.

Akun tersebut membagikan sebuah video berdurasi 10 menit 7 detik pada 18 April 2023 dengan judul:

KETUA KPK DIT4NGK4P, T£RBUKTI IKUT K0RUP$! 349 TRILIUN M!LIK NEGARA

Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut bahwa Firli Bahuri ditangkap karena terlibat dalam korupsi sebesar Rp 349 triliun Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut bahwa Firli Bahuri ditangkap karena terlibat dalam korupsi sebesar Rp 349 triliun

Penelusuran Kompas.com

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, dalam video tersebut tidak ditemukan informasi bahwa Firli ditangkap karena terlibat korupsi Rp 349 triliun.

Narator video hanya membacakan artikel di laman Kompas.com ini berjudul, “Firli Diduga Bocorkan Dokumen Penyelidikan, Abraham Samad: Ini Menghancurkan KPK.”

Artikel tersebut memuat pernyataan dari mantan Ketua KPK Abraham Samad. Ia menyatakan, perbuatan Firli yang diduga membocorkan dokumen penyelidikan akan menghancurkan instansi KPK.

Dokumen yang bocor tersebut diduga memuat kasus korupsi terkait pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara, beberapa klip tidak terkait dengan narasi bahwa Firli Bahuri ditangkap karena terlibat korupsi sebesar Rp 349 triliun.

Salah satu klip yang menampilkan Abraham Samad tengah berorasi di depan gedung KPK serupa dengan video di YouTube Kompas TV ini.

Dalam orasinya, Samad menuntut agar Dewan Pengawas KPK memberhentikan Firli secara tidak hormat karena dianggap telah melakukan pelanggaran etika dan pidana.

Klip lainnya yang menampilkan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mirip dengan video di YouTube Kompas TV ini. 

Dalam video tersebut Usman menyatakan bahwa Firli diduga tidak hanya melakukan pelanggaran etik namun juga pidana, seperti halnya membocorkan dokumen penyelidikan, sehingga tidak cukup ditangani oleh Dewas KPK saja, tetapi juga kepolisian.

Sampai saat ini tidak ditemukan informasi kredibel bahwa Firli Bahuri ditangkap karena terbukti melakukan korupsi Rp 349 triliun.

Kesimpulan

Narasi soal Firli Bahuri ditangkap karena terbukti terlibat dalam korupsi Rp 349 triliun adalah hoaks. Judul video yang beredar tidak sesuai dengan isinya.

Narator video lebih banyak membahas soal pernyataan Abraham Samad yang menyatakan bahwa perbuatan Firli yang diduga membocorkan dokumen penyelidikan akan menghancurkan KPK.

Dokumen yang bocor tersebut diduga memuat kasus korupsi terkait pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Kementerian ESDM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[HOAKS] Uang Kertas Emisi Terbaru Bergambar Sri Mulyani

[HOAKS] Uang Kertas Emisi Terbaru Bergambar Sri Mulyani

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Makan Siang Gratis Tidak Memperlebar Defisit Anggaran?

CEK FAKTA: Benarkah Makan Siang Gratis Tidak Memperlebar Defisit Anggaran?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Massa Bakar Mobil Polisi di Palmerah Terjadi 2019, Bukan 2024

[KLARIFIKASI] Video Massa Bakar Mobil Polisi di Palmerah Terjadi 2019, Bukan 2024

Hoaks atau Fakta
Mengenal Masjid 300 Tahun dan Sejarah Islam di Thailand

Mengenal Masjid 300 Tahun dan Sejarah Islam di Thailand

Sejarah dan Fakta
CEK FAKTA: Prabowo Sebut Demokrasi Indonesia Melelahkan, Berantakan, dan Mahal

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Demokrasi Indonesia Melelahkan, Berantakan, dan Mahal

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah TikTok Akan Dilarang di Amerika Serikat?

CEK FAKTA: Benarkah TikTok Akan Dilarang di Amerika Serikat?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Nata de Coco Terbuat dari Plastik

[HOAKS] Nata de Coco Terbuat dari Plastik

Hoaks atau Fakta
Kilas Balik, Momen Hariyanto Arbi Raih Juara All England 1994

Kilas Balik, Momen Hariyanto Arbi Raih Juara All England 1994

Sejarah dan Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Prabowo Mengaku Kalah | Pengusiran WN China di Pekanbaru

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Prabowo Mengaku Kalah | Pengusiran WN China di Pekanbaru

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Hoaks Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto Menangis karena Suara Ganjar-Mahfud Rendah

[VIDEO] Hoaks Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto Menangis karena Suara Ganjar-Mahfud Rendah

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Undian Berhadiah Mengatasnamakan BJB Syariah

[HOAKS] Undian Berhadiah Mengatasnamakan BJB Syariah

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Hoaks Tautan Promo Ramadhan dari BNI, Simak Bantahannya

[VIDEO] Hoaks Tautan Promo Ramadhan dari BNI, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Konteks Keliru Terkait Hoaks Anwar Usman Terpilih Kembali Jadi Ketua MK

INFOGRAFIK: Konteks Keliru Terkait Hoaks Anwar Usman Terpilih Kembali Jadi Ketua MK

Hoaks atau Fakta
Festival Durbar, Tradisi Berkuda Menyambut Idul Fitri di Nigeria

Festival Durbar, Tradisi Berkuda Menyambut Idul Fitri di Nigeria

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Sekelompok Preman Mendatangi Masjid

[HOAKS] Video Sekelompok Preman Mendatangi Masjid

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com