Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Video TKA China Deklarasi Perang dan Singkirkan Pekerja Lokal

Kompas.com - 31/01/2023, 13:27 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sejumlah unggahan di media sosial membahas bentrokan antara pekerja dalam negeri dan tenaga kerja asing (TKA) asal China di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/1/2023).

Sebagian narasi di media sosial menyatakan bahwa TKA China telah menyatakan deklarasi perang. Akibatnya, pekerja lokal mulai disingkirkan.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan itu menghadirkan klaim yang salah alias hoaks.

Narasi yang beredar

Klaim bahwa TKA China menyatakan deklarasi perang dan pekerja lokal mulai disingkirkan itu disebarkan di media sosial, salah satunya di akun Facebook ini.

Unggahan tersebut membagikan tautan video dari saluran YouTube ini.

Adapun unggahan di Facebook disertai saran agar kita menonton video tersebut sebelum berkomentar. Sementara, video di YouTube memperlihatkan sejumlah orang mengenakan helm kerja kuning.

Narasi dalam video menjelaskan latar belakang terjadinya bentrokan pekerja PT GNI, yakni karena tak dipenuhinya sebagian tuntutan para pekerja.

Berikut judul selengkapnya video di Youtube tersebut:

???? LIVE TKA CINA DEKLARASI PERANG??PEKERJA LOKAL MULAI DISINGKIRKAN PABRIK² BESAR DIKUASAI.

Hoaks video TKA China deklarasi perang dan pekerja lokal disingkirkanTim Cek Fakta Kompas.com Hoaks video TKA China deklarasi perang dan pekerja lokal disingkirkan

Penelusuran Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk menemukan informasi lebih banyak mengenai klip yang digunakan dalam video di YouTube tersebut.

Ditemukan bahwa thumbnail video itu identik dengan berita Antara. Dijelaskan bahwa foto itu merupakan kondisi pergantian shift kerja di kawasan industri tambang Kabupaten Morowali.

Foto yang digunakan itu bukanlah deklarasi perang atau demonstrasi yang dilakukan TKA China.

Potongan video orang berseragam abu-abu dan bertopi kerja serta orang mengendarai motor di kawasan industri identik dengan berita Kompas TV ini.

Sementara video pria berbaju abu-abu dan berambut putih yang ditampilkan identik dengan video di saluran YouTube ini.

Setelah didengarkan sampai tuntas, narasi video yang beredar di Facebook dan YouTube itu identik dengan isi artikel daring ini dan ini.

Setelah diperiksa pada sumber informasi dan video yang digunakan unggahan di Facebook dan YouTube itu, tidak ditemukan adanya pernyataan deklarasi perang seperti yang disebut dalam klaim.

Selain itu, dilansir oleh Kompas.com, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa insiden antar pekerja di PT GNI diproses melalui jalur hukum.

Pemerintah China pun telah menyatakan memaklumi proses hukum tersebut. Mereka pun menerima untuk mengikuti proses hukum yang berjalan.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, bisa disimpulkan bahwa klaim TKA China deklarasi perang dan pekerja lokal RI mulai dipinggirkan adalah hoaks.

Unggahan di Facebook dan YouTube itu menggunakan informasi dan video terkait isu TKA China di Indonesia, namun tidak ada yang menyebutkan adanya deklarasi perang.

Selain itu, Pemerintah China telah memaklumi dan mengikuti proses hukum yang berjalan di Indonesia terkait bentrok pekerja di PT GNI yang menelan korban jiwa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta-fakta Terkait Insiden Turbulensi Pesawat Singapore Airlines

Fakta-fakta Terkait Insiden Turbulensi Pesawat Singapore Airlines

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Konteks Keliru soal Video Ronaldo Sapa Suporter Timnas Indonesia

[KLARIFIKASI] Konteks Keliru soal Video Ronaldo Sapa Suporter Timnas Indonesia

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Detik-detik Helikopter Presiden Iran Jatuh

[HOAKS] Video Detik-detik Helikopter Presiden Iran Jatuh

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Rekaman Suara Sri Mulyani Marahi Pegawai Bea Cukai

[HOAKS] Rekaman Suara Sri Mulyani Marahi Pegawai Bea Cukai

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Turbulensi Pesawat ALK, Bukan Singapore Airlines

[KLARIFIKASI] Video Turbulensi Pesawat ALK, Bukan Singapore Airlines

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Foto Donald Trump Pakai Helm dan Seragam Militer

[HOAKS] Foto Donald Trump Pakai Helm dan Seragam Militer

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Korban Serangan Israel di Gaza pada 2014 Dibagikan dengan Konteks Keliru

[KLARIFIKASI] Foto Korban Serangan Israel di Gaza pada 2014 Dibagikan dengan Konteks Keliru

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Warga Rafah Bikin Video Rekayasa Serangan Israel

INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Warga Rafah Bikin Video Rekayasa Serangan Israel

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Tidak Benar Gaji ke-13 PNS Akan Dihentikan

INFOGRAFIK: Tidak Benar Gaji ke-13 PNS Akan Dihentikan

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Seorang Ibu di AS Disuntik Mati karena Telantarkan Anaknya

[HOAKS] Seorang Ibu di AS Disuntik Mati karena Telantarkan Anaknya

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Foto Helikopter yang Ditumpangi Presiden Iran Terbakar

[HOAKS] Foto Helikopter yang Ditumpangi Presiden Iran Terbakar

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Belum Ada Keputusan Diskualifikasi Timnas Israel di Olimpiade Paris

[KLARIFIKASI] Belum Ada Keputusan Diskualifikasi Timnas Israel di Olimpiade Paris

Hoaks atau Fakta
Dituding Tiru Suara Scarlet Johansson, OpenAI Hapus Fitur Suara dari ChatGPT

Dituding Tiru Suara Scarlet Johansson, OpenAI Hapus Fitur Suara dari ChatGPT

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Video Lama Presiden Iran Naik Helikopter Dinarasikan Keliru

[KLARIFIKASI] Video Lama Presiden Iran Naik Helikopter Dinarasikan Keliru

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Badan Intelijen Iran Gerebek Kedubes India di Teheran

[HOAKS] Badan Intelijen Iran Gerebek Kedubes India di Teheran

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com