Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CEK FAKTA: Kesaksian Penjual Dawet soal Gas Air Mata dan Aremania Mabuk Tak Valid, Penuh Kejanggalan

Kompas.com - 04/10/2022, 16:47 WIB
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - Seorang perempuan yang mengaku sebagai penjual dawet di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur membuat kesaksian mengenai tragedi berdarah yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia pada Sabtu (1/10/2022).

Menurut data terbaru, sedikitnya 131 orang meninggal dunia dalam peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Kanjuruhan itu. 

Kesaksian perempuan itu beredar di berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan juga Twitter. Misalnya yang dibagikan ulang oleh warganet Twitter berikut ini:

Sontak pernyataan itu menuai beragam kontroversi, terutama dari netizen yang menilai unggahan itu sengaja dimunculkan untuk menyudutkan suporter sebagai korban.

Narasi yang diedarkan

Dalam kesaksiannya, perempuan yang mengaku sebagai pemilik toko dawet di dekat Pintu 3 Stadion Kanjuruhan itu mengatakan bahwa tewasnya ratusan suporter Arema FC tidak disebabkan penggunaan gas air mata yang ditembakkan oleh polisi.

Dia mengatakan, penyebab kematian ratusan orang dalam Tragedi Kanjuruhan adalah ulah Aremania-julukan suporter Arema FC-yang saling berdesak-desakan dan bahkan melakukan kekerasan saat mencoba keluar dari stadion.

"Gas air matanya sebetulnya enggak terlalu anu (bahaya) kok. Cuman ini uyel-uyelane (desak-desakannya) sama sodok-sodokane (sikut-sikutannya) sama jejeg-jejegan (saling tendang) sesama suporter (yang lebih mematikan)," kata perempuan itu.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ada suporter yang bertindak brutal dengan memukuli seorang petugas polisi. Padahal polisi itu sedang mencoba menyelamatkan seorang anak kecil dari kerumunan massa.

"Pak polisi ini menolong tapi dipukuli...kenapa saya tahu? karena saya selamat di toko saya," kata dia.

Perempuan itu mengaku menyelamatkan petugas polisi itu dengan membawanya ke toko dawet miliknya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tren Misinformasi dalam Konflik Rusia-Ukraina: Disesuaikan dengan Konteks Indonesia

Tren Misinformasi dalam Konflik Rusia-Ukraina: Disesuaikan dengan Konteks Indonesia

Data dan Fakta
Rekor Menakjubkan LeBron James dan Pencapaian Sang Raja...

Rekor Menakjubkan LeBron James dan Pencapaian Sang Raja...

Data dan Fakta
[HOAKS] Sandiaga Uno Gugat Anies Terkait Utang Rp 50 Miliar

[HOAKS] Sandiaga Uno Gugat Anies Terkait Utang Rp 50 Miliar

Hoaks atau Fakta
Salah Konteks, Video Ledakan di Beirut Diklaim akibat Gempa Turkiye

Salah Konteks, Video Ledakan di Beirut Diklaim akibat Gempa Turkiye

Hoaks atau Fakta
Mary Queen of Scots, Ratu Saat Berusia 6 Hari dan Hidup Berakhir Dipenggal Elizabeth I

Mary Queen of Scots, Ratu Saat Berusia 6 Hari dan Hidup Berakhir Dipenggal Elizabeth I

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Surya Paloh Diculik Pendukung Anies Baswedan

[HOAKS] Surya Paloh Diculik Pendukung Anies Baswedan

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Gempa di Turkiye pada 2020 Dibagikan Ulang

[KLARIFIKASI] Video Gempa di Turkiye pada 2020 Dibagikan Ulang

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Foto Anjing di Samping Korban Gempa Turkiye

[HOAKS] Foto Anjing di Samping Korban Gempa Turkiye

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Beredar Hoaks soal RNA Digunakan Dalam Pakan Ayam di AS

CEK FAKTA: Beredar Hoaks soal RNA Digunakan Dalam Pakan Ayam di AS

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Febri Diansyah Dipenjara Bersama Ferdy Sambo

[HOAKS] Febri Diansyah Dipenjara Bersama Ferdy Sambo

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Indonesia Geser Uni Eropa sebagai Produsen Baja Terbesar

[HOAKS] Indonesia Geser Uni Eropa sebagai Produsen Baja Terbesar

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Mengenang Tragedi Munich, Memori Kelam Manchester United

INFOGRAFIK: Mengenang Tragedi Munich, Memori Kelam Manchester United

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Jokowi Hadiri Deklarasi Penambahan Masa Jabatan Presiden

[HOAKS] Jokowi Hadiri Deklarasi Penambahan Masa Jabatan Presiden

Hoaks atau Fakta
[JEO] Menantang Maut di Lubang Tambang

[JEO] Menantang Maut di Lubang Tambang

Data dan Fakta
[HOAKS] Ferdy Sambo Dieksekusi Mati pada 13 Februari

[HOAKS] Ferdy Sambo Dieksekusi Mati pada 13 Februari

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.