Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2022, 17:22 WIB
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Beredar klaim di media sosial yang menyebut bahwa cacar monyet hanya ditemukan pada monyet.

Disebutkan bahwa virus cacar monyet tidak menulari manusia.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar alias hoaks.

Narasi yang beredar

Informasi yang menyebut bahwa cacar monyet tidak menular pada manusia, disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.

Berikut narasi pada salah satu akun:

Cacar monyet itu di awal2 thn 2000an baru ditemukan di Indonesia, dan kasusnya pd monyet serta tdk menulari manusia.. Kl sekarang bisa menular ke manusia, berarti ada yg maen2 dg rekayasa genetikanya

Tangkapan layar unggahan dengan narasi hoaks di sebuah akun Facebook, 21 Agustus 2022, yang menyebut bahwa cacar monyet tidak menular pada manusia.akun Facebook Tangkapan layar unggahan dengan narasi hoaks di sebuah akun Facebook, 21 Agustus 2022, yang menyebut bahwa cacar monyet tidak menular pada manusia.
Penelusuran Kompas.com

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per 28 Agustus 2022, ada lebih dari 598 juta kasus cacar monyet yang dikonfirmasi positif secara global. Adapun lebih dari 6,4 juta di antaranya mengalami kematian.

Dilaporkan, jumlah kasus mingguan menurun 16 persen pada periode 22-28 Agustus 2022 dibandingkan dengan minggu sebelumnya, dengan lebih dari 4,5 juta kasus baru dilaporkan.

Sementara, jumlah kematian juga menurun dibandingkan dengan minggu sebelumnya, dengan lebih dari 13.500 kematian dilaporkan.

Dilansir dari laman WHO, penyakit cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Orthopoxvirus genus dari keluarga virus Poxviridae.

Tidak hanya monyet, berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terhadap virus cacar monyet.

Hewan tersebut, yakni tupai tali, tupai pohon, tikus berkantung Gambia, dormice, primata, dan spesies lainnya.

Cacar monyet pertama kali ditemukan pada monyet tahun 1958 dan pertama kali dicatat pada manusia pada 1970-an di Republik Demokratik Kongo pada seorang anak laki-laki berusia 9 bulan.

Cacar monyet kembali menjadi sorotan karena mulai ditemukan di negara selain wilayah endemi.

WHO pun menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Di Indonesia sendiri, kasus cacar monyet pada manusia baru terdeteksi pertama kali pada Agustus 2022 lalu.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), seorang laki-laki berusia 27 tahun dengan riwayat perjalanan ke Belanda, Swiss, Belgia dan Perancis, kembali ke Indonesia pada 8 Agustus 2022.

Dia mulai mengalami gejala pada 11 Agustus 2022, kemudian baru menjalani tes PCR pada 18 Agustus 2022. Sehari setelahnya, dia dinyatakan positif.

Kesimpulan

Narasi yang menyebut bahwa cacar monyet tidak menular pada manusia adalah hoaks.

Cacar monyet telah menjangkit jutaan orang di berbagai negara dan di Indonesia baru ditemukan kasus positif pada Agustus 2022 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[HOAKS] Jokowi Turun Tangan, Bharada E Hanya Divonis 2 Tahun

[HOAKS] Jokowi Turun Tangan, Bharada E Hanya Divonis 2 Tahun

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Munculnya Hoaks Adolf Hitler Bersalaman dengan Alien

INFOGRAFIK: Munculnya Hoaks Adolf Hitler Bersalaman dengan Alien

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Penyebaran Hoaks dan Rendahnya Kemampuan Mengidentifikasi Informasi

INFOGRAFIK: Penyebaran Hoaks dan Rendahnya Kemampuan Mengidentifikasi Informasi

Hoaks atau Fakta
Mengenang Hari Perdana Facebook, Mark Zuckerberg Gaet Lebih dari 1.200 Pengguna

Mengenang Hari Perdana Facebook, Mark Zuckerberg Gaet Lebih dari 1.200 Pengguna

Sejarah dan Fakta
Dibentuknya Divisi Mobil Mewah Ford Setelah Beli Lincoln Motor Company pada 1922

Dibentuknya Divisi Mobil Mewah Ford Setelah Beli Lincoln Motor Company pada 1922

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Densus 88 Seret Paksa Cak Nun

[HOAKS] Densus 88 Seret Paksa Cak Nun

Hoaks atau Fakta
Disinformasi Iklim, Benarkah Semakin Banyak CO2 Baik untuk Tumbuhan?

Disinformasi Iklim, Benarkah Semakin Banyak CO2 Baik untuk Tumbuhan?

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Tidak Benar Terlihatnya Chicago dari Seberang Danau Buktikan Bumi Datar

INFOGRAFIK: Tidak Benar Terlihatnya Chicago dari Seberang Danau Buktikan Bumi Datar

Hoaks atau Fakta
Penipuan Lowongan Kerja Mengatasnamakan Tokopedia Kembali Beredar

Penipuan Lowongan Kerja Mengatasnamakan Tokopedia Kembali Beredar

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Minyak Rusia Terbebas dari Embargo Eropa karena Manuver Jokowi

[HOAKS] Minyak Rusia Terbebas dari Embargo Eropa karena Manuver Jokowi

Hoaks atau Fakta
Foto Adolf Hitler Berjabat Tangan dengan Alien Merupakan Rekayasa

Foto Adolf Hitler Berjabat Tangan dengan Alien Merupakan Rekayasa

Hoaks atau Fakta
4 Februari 2004, Hari Diluncurkannya Raksasa Media Sosial Facebook

4 Februari 2004, Hari Diluncurkannya Raksasa Media Sosial Facebook

Sejarah dan Fakta
INFOGRAFIK: Enzo Fernandez Cetak Rekor Pemain Termahal Premier League dan Argentina

INFOGRAFIK: Enzo Fernandez Cetak Rekor Pemain Termahal Premier League dan Argentina

Data dan Fakta
Duet Ikonik, Tom dan Summer di '(500) Days of Summer'

Duet Ikonik, Tom dan Summer di "(500) Days of Summer"

Sejarah dan Fakta
CEK FAKTA: Vaksin Covid-19 Tidak Menambah Untaian Ketiga DNA

CEK FAKTA: Vaksin Covid-19 Tidak Menambah Untaian Ketiga DNA

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.